GRESIK, Garudasatunews.id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik membekali ratusan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Gresik dengan strategi branding media dan pengelolaan informasi digital untuk memperkuat citra politik partai di tengah masyarakat.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan politik menuju Pemilu 2029, sekaligus membangun komunikasi publik yang lebih efektif melalui platform digital.
Kegiatan yang diikuti pengurus baru dari 18 PAC itu menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Gresik, Deni Ali Setiono, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Deni menegaskan pengurus partai tidak lagi bisa mengandalkan pola komunikasi konvensional di tengah derasnya arus digitalisasi informasi. Pengurus PAC diminta aktif mempublikasikan kegiatan sosial, pelayanan masyarakat, hingga program kerakyatan melalui media sosial agar aktivitas partai diketahui publik secara luas.
“Branding media sangat penting di era sekarang. Semuanya bebas mengakses dan mempublikasikan kegiatan pribadi maupun organisasi. Tapi tetap harus bijak dalam bermedsos,” ujar Deni, Sabtu (22/5/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan bermedia sosial memiliki konsekuensi hukum apabila digunakan untuk menyebarkan informasi bohong maupun menyerang pihak lain.
“Meskipun bebas, tapi jangan sampai menyebar hoax, menyerang martabat orang lain, karena kita sendiri yang akan rugi. Kita bisa kena undang-undang ITE dan masuk ranah pidana,” tegasnya.
Selain penguatan branding politik, peserta turut dikenalkan dengan pemanfaatan platform digital seperti Facebook, Instagram, TikTok, hingga YouTube sebagai sarana penyebaran informasi edukatif dan kegiatan sosial partai.
Deni menilai perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan serius bagi kader partai politik untuk mampu beradaptasi secara cepat sekaligus menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.
“Saya sampaikan jangan mudah termakan berita yang belum jelas sumbernya. Kita harus pandai memilah informasi yang benar dan akurat, termasuk melakukan verifikasi sumber berita sebelum menyebarkannya kepada publik,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Gresik, Thoriqi Fajrin, mengungkapkan kepengurusan 18 PAC periode 2026-2031 didominasi kader muda berusia di bawah 35 tahun.
Menurutnya, regenerasi tersebut menjadi modal strategis untuk memperkuat soliditas organisasi partai hingga tingkat bawah.
“Menjalankan roda organisasi ada tiga pilar dan harus berjalan bersama. Mulai dari DPC, PAC dan ranting. Semuanya harus bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan kemenangan di Pemilu 2029,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Kaji Ricki itu juga mendorong seluruh pengurus PAC memanfaatkan percepatan digitalisasi untuk memperluas akses informasi kegiatan partai kepada masyarakat.
Tak hanya fokus pada penguatan media branding, kepengurusan baru PAC PDIP Gresik juga dipastikan akan melibatkan pengurus ranting dalam kegiatan serap aspirasi masyarakat dan sosialisasi peraturan daerah.
“Dengan cara itu, kami bisa mengerti permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sebagai partainya wong cilik, PDI Perjuangan siap selalu membantu kesulitan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sinyal konsolidasi internal PDIP Gresik dalam memperkuat mesin politik berbasis digital menjelang agenda politik nasional mendatang.
(Red-Garudasatunews)
















