PAC PDIP Angkat Jeritan Warga Sidoarjo

oleh -31 Dilihat
oleh
PAC PDIP Angkat Jeritan Warga Sidoarjo
Ada pemandangan berbeda dalam prosesi keberangkatan ratusan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sidoarjo
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Ratusan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sidoarjo memilih cara tidak biasa saat menghadiri pelantikan masa bakti 2026–2031 di Hall Fave Hotel Sidoarjo, Senin (18/5/2026). Mereka berangkat dari sejumlah titik yang selama ini menjadi simbol persoalan serius masyarakat, mulai banjir, pengangguran, kemacetan hingga penyusutan lahan pertanian.

Langkah politik simbolik itu ditampilkan secara bergantian melalui layar besar di lokasi acara sebelum prosesi pelantikan dimulai. Masing-masing PAC dari 18 kecamatan memperlihatkan titik keberangkatan berbeda yang disebut merepresentasikan “jeritan rakyat”.

PAC Tanggulangin, misalnya, memulai keberangkatan dari Desa Kedungbanteng yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai kawasan terdampak banjir musiman. Sementara PAC Jabon memilih titik kumpul di ruas tol lama eks proyek Lumpur Lapindo atau tol HK yang kini kerap dipakai arena balap liar akibat minimnya fasilitas resmi bagi kalangan muda.

Di wilayah barat Sidoarjo, PAC Tarik, Krian, dan Balongbendo mengambil lokasi keberangkatan dari area persawahan. Simbolisasi itu dikaitkan dengan terus menyusutnya lahan pertanian produktif di Kabupaten Sidoarjo yang disebut tersisa sekitar 12 ribu hektare.

PAC Gedangan memilih kawasan perempatan Gedangan yang hingga kini masih menjadi titik kemacetan kronis. Sedangkan PAC Buduran bertolak dari jalur frontage Buduran yang proyek konektivitasnya belum juga terselesaikan.

Sementara itu, PAC Sidoarjo Kota mengambil titik awal dari depan kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kritik terhadap tingginya angka pengangguran terbuka yang tahun lalu disebut mencapai sekitar 69 ribu orang.

Ketua DPC PDIP Sidoarjo, Hari Yulianto, menyatakan simbolisasi keberangkatan tersebut merupakan bentuk keberpihakan politik terhadap persoalan riil masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya terselesaikan pemerintah.

“Ada persoalan banjir, kemacetan, pangan hingga ketenagakerjaan yang dirasakan langsung masyarakat,” ujar Hari Yulianto dalam sambutannya.

Anggota DPRD Jawa Timur itu menegaskan aksi simbolik para kader PAC juga dimaksudkan sebagai kritik konstruktif terhadap jalannya pemerintahan, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat.

Menurutnya, seluruh persoalan publik tersebut tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi konkret dan membutuhkan respons lintas sektor dari para pengambil kebijakan.

Dalam pelantikan itu, sebanyak 198 kader resmi dikukuhkan sebagai pengurus PAC dari 18 kecamatan. Dari total tersebut, 83 kader merupakan perempuan atau sekitar 42 persen, sedangkan 75 lainnya berasal dari generasi muda berusia di bawah 35 tahun.

Pada kesempatan yang sama, DPC PDIP Sidoarjo juga membagikan bibit tanaman sukun kepada seluruh PAC untuk ditanam di wilayah masing-masing sebagai bagian dari kampanye penguatan pangan alternatif pendamping beras.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengapresiasi dominasi kader muda dalam struktur kepengurusan baru. Menurutnya, regenerasi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan organisasi politik.

Sementara Ketua DPP PDIP, Puti Guntur Soekarno, meminta seluruh kader yang baru dilantik segera turun ke lapangan dan aktif mendampingi masyarakat.

“Terus turun membersamai rakyat, jangan pernah lelah,” ujar Puti dalam arahannya kepada kader.

Red-Garudasatunews

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.