Oknum DC Pembacok di Ambyar Club Diserahkan ke Polisi

oleh -100 Dilihat
oleh
Oknum DC Pembacok di Ambyar Club Diserahkan ke Polisi
Oknum DC Pembacok di Ambyar Club Diserahkan ke Polisi
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Oknum debt collector (DC) berinisial SL (30), yang diduga menjadi pelaku pembacokan terhadap dua petugas valet parkir di kawasan Ambyar Club Surabaya, telah diserahkan kepada kepolisian oleh Ketua Maluku Satu Rasa (M1R), Baharudin Umasugi, pada Senin (27/7/2026). Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan organisasi terhadap proses penegakan hukum.

Ketua M1R Baharudin Umasugi, yang akrab disapa Udin, menegaskan bahwa organisasi tidak memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di area parkir Ambyar Club pada Minggu (26/7/2026) dini hari merupakan tindakan pribadi pelaku saat menjalankan pekerjaannya sebagai debt collector, bukan aktivitas maupun agenda organisasi.

“Pada saat kejadian, yang bersangkutan sedang bekerja, bukan menjalankan kegiatan organisasi. Karena itu, tindakan tersebut tidak mewakili M1R. Kami mengecam segala bentuk aksi kekerasan dan mendukung penuh proses hukum yang berlaku,” ujar Udin.

Ia menjelaskan, setelah peristiwa tersebut mencuat ke publik, pihaknya segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mencegah meluasnya konflik yang berpotensi memicu gesekan antarorganisasi. Sebagai bentuk itikad baik, M1R memilih menyerahkan langsung anggotanya kepada penyidik agar seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika SL bersama tiga rekannya melakukan penagihan terhadap seorang debitur berinisial WI di area parkir Ambyar Superclub, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Saat itu, SL melihat kendaraan yang dijadikan jaminan hendak dibawa pergi oleh debitur sehingga terjadi adu mulut.

Situasi kemudian berkembang setelah sejumlah petugas keamanan di lokasi ikut terlibat dalam perselisihan tersebut. Cekcok antara empat debt collector dan petugas keamanan berujung bentrokan. Dalam perkembangan selanjutnya, empat debt collector yang sempat mundur diduga kembali ke lokasi dengan membawa lebih banyak orang.

Bentrokan susulan tidak dapat dihindari. Dalam insiden tersebut, dua petugas keamanan berinisial FE dan DI mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Peristiwa itu kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap secara utuh kronologi, peran masing-masing pihak, serta memastikan seluruh pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengungkapkan, saat kejadian SL tidak bekerja seorang diri. Ia bersama tiga rekannya yang masing-masing berinisial P, J, dan M. Hingga kini, ketiga orang tersebut masih dalam pencarian dan penyelidikan polisi.

“Untuk barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku melakukan pembacokan telah dibuang ke Sungai Gunungsari,” ujar AKBP Edy Herwiyanto.

Penyidik juga terus melakukan pengembangan perkara dengan mengumpulkan alat bukti, memeriksa para saksi, serta menelusuri keberadaan tiga terduga pelaku lainnya. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara menyeluruh dan penegakan hukum berlangsung secara objektif, profesional, serta transparan.

Kasus ini menjadi perhatian karena tidak hanya menyangkut dugaan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam, tetapi juga berpotensi memicu konflik antarkelompok apabila tidak ditangani secara cepat dan proporsional. Kepolisian mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.