Nasari Dorong Koperasi Desa Go Digital

oleh -38 Dilihat
oleh
Nasari Dorong Koperasi Desa Go Digital
Ketua Umum KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean saat menjelaskan kepada awak media tentang RAT dan launching Program Collab-Coop & Mobile Apps KDKMP
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari meluncurkan aplikasi digital berbasis white label untuk mempercepat transformasi koperasi desa menuju ekosistem ekonomi modern berbasis teknologi. Peluncuran inovasi tersebut dilakukan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-27 yang digelar di Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Ketua Umum KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menegaskan aplikasi itu dirancang untuk memperkuat peran koperasi desa dan kelurahan agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital nasional.

“Dua peluncuran hari ini adalah aplikasi ponsel hasil kolaborasi dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Nantinya setiap koperasi bisa menggunakan identitas dan nama masing-masing pada platform digital tersebut,” ujar Frans.

Aplikasi itu diklaim menghadirkan berbagai fitur terintegrasi, mulai dari sistem pembayaran, layanan simpan pinjam, pasar digital desa, hingga fasilitas pendidikan koperasi dan pelaksanaan rapat anggota secara daring.

Menurut Frans, konsep pasar digital dalam aplikasi tersebut disiapkan menyerupai sistem lokapasar besar agar pelaku usaha desa memiliki akses lebih luas terhadap transaksi ekonomi berbasis teknologi.

KSP Nasari saat ini tercatat memiliki sekitar 65 ribu anggota yang tersebar di 28 provinsi. Jawa Timur disebut menjadi salah satu basis terbesar dengan kontribusi sekitar 10 persen dari total anggota nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri KSP Nasari, Sahala Panggabean, menyinggung perjalanan koperasi sejak krisis moneter 1998 hingga memasuki era digitalisasi. Ia menilai regenerasi kepemimpinan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing koperasi.

“Sekarang waktunya generasi muda memimpin dengan teknologi. Perjuangan koperasi harus terus berjalan demi memperkuat ekonomi rakyat,” tegas Sahala.

Ia juga menekankan kekuatan koperasi tidak terletak pada besarnya modal, melainkan pada soliditas jumlah anggota yang menjadi fondasi utama ekonomi kerakyatan.

“Koperasi adalah konglomerasi milik rakyat. Jika anggota koperasi semakin besar, maka kekuatan ekonomi rakyat dapat menjadi penyeimbang dominasi pemodal besar,” katanya.

Sebagai bagian dari ekspansi layanan, KSP Nasari saat ini memiliki tujuh kantor cabang di Jawa Timur yang tersebar di Surabaya, Jember, Kediri, Malang, Madiun, Bojonegoro, dan Pamekasan. Jumlah anggota di wilayah tersebut mencapai hampir 6.000 orang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.