Musyrif Dini Kawal Ketat Jemaah Haji Perempuan

oleh -31 Dilihat
oleh
Musyrif Dini Kawal Ketat Jemaah Haji Perempuan
Musyrif Dini Kawal Ketat Jemaah Haji Perempuan
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memperketat pendampingan ibadah terhadap 113.186 jemaah haji perempuan yang mendominasi sekitar 56 persen dari total kuota nasional haji tahun 2026. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi peran Musyrif Dini perempuan di seluruh sektor pemondokan dan titik pelayanan ibadah di Arab Saudi.

Data dashboard haji Kemenhaj RI mencatat jumlah jemaah perempuan tahun ini jauh melampaui jemaah laki-laki yang hanya mencapai 89.446 orang. Kondisi tersebut memicu peningkatan pengawasan serta penguatan pembinaan ibadah khusus bagi jemaah wanita, terutama dari kelompok lanjut usia, risiko tinggi, dan penyandang disabilitas.

Laporan Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI dari Arab Saudi menyebutkan, organisasi perempuan seperti Muslimat Nahdlatul Ulama dan Aisyiyah kini menjadi garda terdepan dalam pengawalan ibadah di tiap sektor, termasuk pada kloter-kloter padat asal Jawa Timur.

Musyrif Dini dari Pengurus Pusat Muslimat NU, Lilik Nur Kholidah Badrus Sholeh atau Liliek Noer Chalida, mengungkapkan tim pendamping perempuan diterjunkan secara masif untuk melakukan visitasi harian kepada jemaah.

Menurutnya, pembekalan tidak hanya menyasar aspek ibadah, tetapi juga penguatan mental dan kesiapan psikologis agar jemaah perempuan mampu menjalankan seluruh rangkaian haji secara mandiri tanpa ketergantungan penuh kepada keluarga pendamping.

“Kami diberi tugas untuk menjadi Musyrif Diny Haji 2026 adalah untuk memberikan pendampingan kepada jemaah haji khususnya perempuan,” ujar Liliek dalam keterangannya di Bir Ali, Madinah.

Pendampingan langsung di hotel-hotel juga difokuskan untuk meminimalkan persoalan fikih yang kerap memicu keraguan jemaah perempuan, termasuk pengelolaan siklus menstruasi saat pelaksanaan ritual ibadah haji.

“Kami hadir bersama-sama elemen organisasi perempuan untuk memberikan pendampingan kepada jemaah haji perempuan dan secara keseluruhan,” katanya.

Selain persoalan ibadah, ancaman suhu ekstrem Makkah yang mencapai 43 derajat Celsius menjadi perhatian serius menjelang fase puncak Armuzna. Kondisi cuaca panas dengan kelembapan rendah dinilai berpotensi memicu dehidrasi dan kelelahan berat bagi jemaah.

Musyrif Dini dari PP Aisyiyah, Rohimi Zam Zam, meminta jemaah perempuan mulai membatasi aktivitas fisik di luar ruang dan mengurangi ibadah sunnah berlebihan sebelum keberangkatan menuju Arafah pada 25 Mei mendatang.

“Jaga fisik kita sampai pada titik puncaknya di wukuf. Ini penting agar seluruh rangkaian ibadah bisa dijalankan dengan baik,” tegas Rohimi.

Ia menambahkan, pengawasan saat ini difokuskan kepada jemaah perempuan kategori risiko tinggi, lansia, dan disabilitas guna mencegah disorientasi akibat dehidrasi maupun kelelahan kronis selama menjalani tahapan ibadah.

“Perlu menjaga stamina, istirahat cukup, agar bisa mencapai puncak ibadah dengan baik. Di Arafah, kita benar-benar fokus menghadap Allah,” ungkapnya.

Penguatan pengawasan dan pendampingan tersebut menjadi bagian dari implementasi program “Haji Ramah Lansia, Perempuan, dan Disabilitas” yang diklaim Kemenhaj RI mulai diterapkan secara penuh pada pelaksanaan haji tahun ini.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.