
SUMENEP, Garudasatunews.id – Musim tembakau yang relatif menguntungkan membawa angin segar bagi petani di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Cuaca kemarau yang mendukung membuat tanaman tembakau tumbuh optimal. Di sisi lain, harga jual yang relatif stabil sepanjang musim panen memberikan kepastian bagi petani dalam memperoleh pendapatan.
Harga tembakau tahun ini berkisar Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Sejumlah wilayah sentra produksi tembakau, di antaranya Kecamatan Lenteng, Bluto, Guluk-guluk, Ganding, dan Pasongsongan, dilaporkan mampu menyerap hasil panen petani melalui pabrikan maupun pengusaha tembakau.
Fuadi, warga Kecamatan Guluk-guluk, mengaku bersyukur atas kondisi musim tembakau tahun ini. Menurutnya, meski harga jual tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, kestabilan harga sejak awal hingga akhir musim menjadi keuntungan tersendiri bagi petani.
“ Tahun ini lumayan bagus, semua tembakau petani terserap habis dan harganya stabil,” kata Fuadi.
Bagi sebagian petani, pendapatan dari hasil panen tembakau tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Penghasilan tersebut juga mulai disisihkan untuk mewujudkan keinginan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, meskipun calon jemaah harus menghadapi masa tunggu keberangkatan.
Fuadi mengatakan, kondisi ekonomi yang membaik setelah musim panen turut mendorong warga untuk mulai mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji melalui bank dan Kementerian Haji dan Umrah.
“Iya, sekarang warga banyak, bahkan berbondong-bondong daftar ke bank dan Kemenhaj,” ujarnya.
Sementara itu, petugas Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumenep, H. Deni, membenarkan adanya peningkatan jumlah pendaftar haji dalam beberapa bulan terakhir, mulai Agustus 2026.
Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah pendaftar haji pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 342 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 388 orang pada September, kemudian mencapai 561 orang hingga 27 Oktober 2026.
Kenaikan jumlah pendaftar tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat Sumenep untuk mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Meski demikian, data tersebut belum dengan sendirinya membuktikan bahwa peningkatan pendaftaran secara langsung disebabkan oleh membaiknya hasil panen tembakau.
Bagi sebagian petani, musim tembakau yang menguntungkan menjadi kesempatan untuk memperkuat kondisi keuangan keluarga sekaligus menyisihkan sebagian pendapatan demi mewujudkan cita-cita menunaikan ibadah haji. (Red-Garudasatunews)















