
SUMENEP, Garudasatunews.id — Musik tong-tong Sumenep kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kesenian tradisional khas Madura ini resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, sebuah pengakuan yang diberikan Kementerian Pariwisata atas kekayaan seni budaya dan potensi pariwisata yang dimilikinya.
Musik tong-tong Sumenep menjadi salah satu dari 11 event di Jawa Timur yang berhasil lolos dalam daftar bergengsi tersebut. Penetapan ini bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap kesenian lokal, melainkan juga pengakuan luas atas daya tarik budaya yang mampu menarik minat masyarakat luas hingga tingkat nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Faruk Hanafi melalui Kepala Bidang Pemasaran Hendarti Antadewi membenarkan pencantuman musik tong-tong Sumenep dalam KEN 2026. “Patut dibanggakan musik tong-tong kita. Kesenian ini resmi masuk KEN yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata,” ujar Hendarti, Senin (17/8/2026).
Musik tong-tong dinilai memiliki keunikan tersendiri karena mampu memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern. Antusiasme masyarakat terhadap setiap pertunjukan serta konsistensi para pelaku seni turut memperkuat posisi kesenian ini sebagai atraksi budaya yang memiliki nilai jual tinggi bagi sektor pariwisata. “Musik tong-tong tidak kalah dengan event daerah lainnya. Konsistensi para pelaku musik tong-tong serta dukungan promosi dari pemerintah daerah mendapat respons positif dari Kementerian Pariwisata,” jelasnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, keberadaan musik tong-tong bukan hanya sekadar hiburan semata. Setiap penyelenggaraan event yang menghadirkan kesenian ini selalu mampu menyedot perhatian masyarakat dalam jumlah besar dan berpotensi mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah.
Kehadiran wisatawan tersebut pun memberikan dampak positif bagi geliat ekonomi masyarakat setempat. Ramainya penonton dalam setiap pertunjukan ikut menggerakkan aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan. “Geliat ekonomi masyarakat semakin tinggi dengan adanya musik tong-tong karena mampu menyedot penonton dalam jumlah besar,” pungkas Hendarti.
Masuknya musik tong-tong Sumenep dalam KEN 2026 sekaligus membuka peluang lebih besar bagi kesenian khas Madura tersebut untuk dikenal secara luas di seluruh negeri, serta menjadi daya tarik utama yang memperkuat identitas wisata Kabupaten Sumenep. (Red-Garudasatunews)















