Museum Kediri Bersolek, Amfiteater 1.000 Penonton Disiapkan

oleh -18 Dilihat
oleh
Museum Kediri Bersolek, Amfiteater 1.000 Penonton Disiapkan
Pemkab Kediri melanjutkan pembangunan museum daerah tahap ketiga di Desa Menang.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melanjutkan pembangunan Museum Kabupaten Kediri di Desa Menang dengan menghadirkan wajah baru yang lebih representatif sebagai pusat layanan budaya terpadu. Pada tahap ketiga pembangunan, kawasan museum akan dilengkapi amfiteater berkapasitas sekitar 1.000 penonton yang diproyeksikan menjadi ruang pertunjukan seni dan budaya khas Kediri.

Pembangunan tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri dalam upaya memperkuat objek pemajuan kebudayaan daerah. Selain amfiteater, pengerjaan juga mencakup pembangunan fasad berbentuk piramida serta aksen besi cutting yang mengelilingi bagian depan museum untuk memperkuat identitas visual kawasan budaya tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, menjelaskan bahwa proses perencanaan pembangunan tahap ketiga melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Keterlibatan lintas organisasi perangkat daerah itu dilakukan agar hasil pembangunan mampu merepresentasikan karakter budaya lokal secara lebih kuat.

“Harapannya pembangunan museum ini bisa mewakili kebudayaan khas Kabupaten Kediri,” ujar Irwan.

Menurut Irwan, amfiteater yang sedang dibangun memiliki kapasitas kurang lebih 1.000 penonton. Pada bagian panggung akan dibangun gapura bentar khas Kediri yang ditargetkan selesai pada November mendatang. Kehadiran elemen arsitektur tersebut dirancang untuk mempertegas identitas budaya daerah dalam setiap kegiatan yang digelar di kawasan museum.

Tidak hanya berfungsi sebagai area pertunjukan, bagian belakang panggung juga akan dilengkapi tembok memanjang yang direncanakan menjadi media promosi dan relief budaya. Infrastruktur itu sekaligus berfungsi sebagai jalur sirkulasi bagi para pelaku seni yang akan memasuki maupun meninggalkan panggung saat pertunjukan berlangsung.

Dari sudut pandang pengembangan destinasi, keberadaan amfiteater dinilai dapat meningkatkan daya tarik kawasan museum. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyebut fasilitas tersebut memang dirancang untuk memberikan ruang ekspresi yang lebih luas bagi pelaku seni dan budaya di Bumi Panjalu.

Pemerintah daerah juga tengah menyusun skema penjadwalan pertunjukan secara berkelanjutan agar amfiteater tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat aktivitas seni yang hidup dan konsisten menarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan.

Selain menghadirkan ruang pertunjukan, pembangunan kawasan museum juga diarahkan menjadi pusat layanan budaya terpadu atau one stop cultural service. Konsep tersebut mengintegrasikan museum, amfiteater, Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Kantor Dewan Kesenian Kabupaten Kediri dalam satu kawasan layanan kebudayaan yang saling terhubung.

Melalui pengembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga berkembang sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, ruang kreativitas seniman, sekaligus destinasi wisata budaya yang mampu memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.