Muscab PKB Blitar Ricuh, Usulan DPW Ditolak

oleh -25 Dilihat
oleh
Muscab PKB Blitar Ricuh, Usulan DPW Ditolak
Muscab PKB Kota Blitar.
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Blitar berlangsung panas setelah peserta forum menolak mentah-mentah daftar bakal calon ketua yang diajukan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur. Penolakan ini mengindikasikan adanya friksi serius antara struktur wilayah dan arus bawah partai.

DPW sebelumnya mengusulkan tiga nama, yakni Yasin Hermanto, Eli Hidayat, dan Syaqul Ma’arif, untuk memimpin DPC PKB Kota Blitar. Namun skenario tersebut gagal berjalan mulus setelah mendapat resistensi terbuka dari peserta Muscab yang menilai prosesnya tidak merepresentasikan aspirasi kader di tingkat bawah.

Penolakan datang dari sejumlah Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) serta Dewan Syuro, yang secara tegas menolak daftar tersebut. Kondisi ini memaksa pimpinan sidang untuk membuka ruang penambahan kandidat sebagai bentuk kompromi atas tekanan internal.

Ketua DPAC Kepanjenkidul, Mohammad Hariyanto, menjadi salah satu suara kritis yang menolak skema tiga nama. Ia mengusulkan Adi Santoso, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, sebagai representasi aspirasi kader di tingkat akar rumput.

Sementara itu, Dewan Syuro melalui Mohammad Asroni juga mengajukan dua nama tambahan, yakni Totok Sugiharto dan Zainul Ichwan. Langkah ini semakin mempertegas bahwa proses penjaringan kandidat tidak sepenuhnya berjalan satu arah dari struktur atas.

Pimpinan sidang dari DPP PKB, Cucun A.S. Rijal, akhirnya mengakomodasi seluruh usulan tersebut. Namun, satu nama dari tambahan yang diajukan dinyatakan tidak bersedia, sehingga tersisa lima kandidat yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya.

Dinamika ini menempatkan Muscab PKB Kota Blitar sebagai ajang tarik-menarik kepentingan internal, sekaligus menguji sejauh mana mekanisme demokrasi partai benar-benar berjalan tanpa dominasi elit wilayah.

Kelima bakal calon kini akan menjalani tahapan fit and proper test sebelum keputusan akhir ditentukan oleh DPP. Situasi ini memperlihatkan bahwa kendali akhir tetap berada di pusat, meski tekanan dari tingkat bawah semakin kuat dan terbuka. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.