Muatan dan Stabilitas KM Virgo Jadi Fokus Investigasi

oleh -19 Dilihat
oleh
Muatan dan Stabilitas KM Virgo Jadi Fokus Investigasi
Kunjungi Posko Terpadu, BHS: KM Virgo Transport 8 Masih Layak, Muatan dan Stabilitas Harus Jadi Fokus Investigasi
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8 dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada aspek muatan, stabilitas kapal, sumber daya manusia (SDM), serta sistem keselamatan pelayaran. Pernyataan itu disampaikan saat mengunjungi Posko Terpadu penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Menurut BHS, penyebab kecelakaan tidak dapat langsung dikaitkan dengan usia kapal. Ia menegaskan KM Virgo Transport 8 masih memenuhi standar kelayakan operasional berdasarkan sertifikasi yang diterbitkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Direktorat Perkapalan serta Kepelautan (Ditkapel) Kementerian Perhubungan. Kapal yang disebut berusia sekitar 39 tahun itu juga merupakan kapal eks Jepang yang dinilai memiliki konstruksi kuat dan teknologi yang masih layak digunakan.

BHS menilai perhatian utama investigasi perlu diarahkan pada kapasitas angkut, berat muatan, serta penempatan muatan di dalam kapal. Menurutnya, aspek tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap daya apung dan stabilitas kapal, terutama saat menghadapi cuaca buruk maupun gelombang tinggi di laut.

Ia mengungkapkan jumlah penumpang yang berada di atas kapal, yakni 243 orang, masih berada jauh di bawah kapasitas maksimum yang mencapai sekitar 570 penumpang. Karena itu, investigasi teknis terhadap muatan kendaraan dan barang yang diangkut dinilai menjadi langkah penting untuk mengungkap penyebab insiden secara objektif.

BHS juga meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama penyidik yang berwenang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kemampuan kapal dalam mengangkut muatan yang dibawa saat kejadian. Evaluasi tersebut mencakup kesesuaian daya angkut, distribusi beban, hingga dampaknya terhadap keseimbangan kapal selama pelayaran.

Dalam pandangannya, muatan kendaraan berat yang melebihi batas kemampuan konstruksi kapal berpotensi menimbulkan risiko serius. Selain memengaruhi daya apung, penempatan beban yang tidak proporsional juga dapat menyebabkan gangguan stabilitas yang berujung pada kondisi berbahaya ketika kapal menghadapi gelombang besar.

Di sisi lain, BHS menekankan bahwa nahkoda memiliki peran penting dalam memastikan kesesuaian antara kapasitas kapal, daya apung, dan karakteristik muatan yang diangkut. Oleh karena itu, data teknis kapal serta manifest muatan menjadi bagian yang dinilai perlu ditelaah secara komprehensif dalam proses investigasi.

Selain investigasi teknis, BHS mendorong peningkatan standar keselamatan pelayaran, termasuk penguatan pengawasan terhadap muatan kendaraan, penerapan sistem keamanan pelabuhan, serta percepatan respons tim penyelamat ketika terjadi keadaan darurat di laut.

Sementara itu, proses pencarian dan penanganan korban masih terus berlangsung. Berbagai instansi terkait tetap berkoordinasi melalui Posko Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak guna memberikan layanan informasi, dukungan kepada keluarga korban, serta memperkuat upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.