MPLS Sekolah Rakyat Tuban Dimulai, Seluruh Fasilitas Gratis

oleh -23 Dilihat
oleh
MPLS Sekolah Rakyat Tuban Dimulai, Seluruh Fasilitas Gratis
Sekolah Rakyat Tuban
banner 468x60

TUBAN, Garudasatunews.id – Program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban resmi berjalan dengan memanfaatkan gedung baru yang telah siap digunakan. Sebanyak 256 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti kegiatan tersebut, termasuk 60 peserta didik yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Seluruh fasilitas pendidikan maupun kebutuhan penunjang diberikan secara gratis oleh pemerintah.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan siswa tanpa dipungut biaya, mulai dari ruang belajar untuk jenjang SD hingga SMA, asrama, kantin, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga lapangan olahraga. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, Vera Khairun Nissa, menyampaikan bahwa kualitas sarana dan prasarana yang tersedia dinilai sangat baik serta telah dirancang ramah anak untuk mendukung proses belajar sekaligus perkembangan peserta didik.

“Ini mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak untuk meningkatkan motivasi belajar dan meraih prestasi,” ujar Vera, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, pelaksanaan MPLS dijadwalkan berlangsung hingga 25 Agustus 2026. Setelah itu, seluruh siswa akan mengikuti program matrikulasi sebagai tahapan persiapan sebelum kegiatan belajar mengajar reguler dimulai pada 31 Agustus 2026.

Untuk mempermudah adaptasi siswa terhadap sistem sekolah berasrama, pelaksanaan MPLS dibagi dalam empat fase, yaitu adaptasi lingkungan sekolah, pembentukan karakter dan kedisiplinan, pengenalan akademik, serta penutupan yang berfokus pada pengembangan potensi dan kreativitas siswa.

Pada fase pra-MPLS yang berlangsung sejak 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, seluruh peserta didik baru juga menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang difasilitasi Dinas Kesehatan bersama Puskesmas di Kabupaten Tuban sebagai bagian dari persiapan mengikuti pendidikan.

Selain itu, siswa memperoleh materi kesamaptaan dan penguatan karakter yang mencakup bela negara, kemandirian, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan. Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur TNI dan program Bakti Taruna-Taruni Akademi Kepolisian.

Tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, rangkaian MPLS juga memuat pembelajaran literasi dan numerasi, literasi digital, edukasi pencegahan perundungan, penyalahgunaan narkoba, bahaya judi daring, hingga materi perlindungan terhadap peserta didik. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup melalui agenda bertajuk Gerbang Cahaya Masa Depan yang menampilkan kreativitas dan potensi siswa.

Dari sisi peserta didik, salah seorang siswa baru tingkat SMA mengaku merasa nyaman mengikuti MPLS di lingkungan sekolah baru tersebut. Ia menilai fasilitas yang tersedia sangat memadai dan memberikan motivasi untuk belajar lebih baik. Sesuai Pedoman Pemberitaan Ramah Anak Dewan Pers, identitas lengkap peserta didik tidak dipublikasikan secara berlebihan demi melindungi hak anak.

Sementara itu, orang tua salah satu peserta didik mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi peluang besar bagi keluarga kurang mampu untuk tetap memberikan akses pendidikan hingga jenjang SMA. Menurutnya, keterbatasan ekonomi sebelumnya menjadi hambatan utama melanjutkan pendidikan anak.

Di sisi lain, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky saat menghadiri Open House dan pembukaan MPLS menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban.

Ia menjelaskan bahwa selama masa pengenalan lingkungan sekolah, terdapat arahan Presiden agar Sekolah Rakyat berkolaborasi dengan Akademi Militer dan Akademi Kepolisian dalam membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama, terutama terkait kedisiplinan serta tata tertib.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat ditanggung oleh negara, mulai dari perlengkapan yang digunakan, fasilitas pendidikan, konsumsi harian tiga kali sehari, hingga makanan tambahan.

“Artinya, Bapak Presiden bukan hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperbaiki gizi peserta didik,” ujar Aditya Halindra Faridzky.

Program Sekolah Rakyat di Tuban menjadi salah satu implementasi kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Selain menyediakan fasilitas belajar yang lengkap tanpa biaya, program tersebut juga mengintegrasikan pembinaan karakter, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar siswa sebagai bagian dari proses pendidikan berasrama.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.