Modernisasi Tambak Kerapu Lamongan Diperkuat Teknologi IoT

oleh -21 Dilihat
oleh
Modernisasi Tambak Kerapu Lamongan Diperkuat Teknologi IoT
Modernisasi Tambak Kerapu Lamongan Diperkuat Teknologi IoT
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat modernisasi sektor perikanan budidaya melalui penerapan teknologi digital di Kampung Kerapu, Kecamatan Brondong. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi pengelolaan tambak, serta kesejahteraan para pembudidaya ikan melalui pemanfaatan sistem berbasis Internet of Things (IoT) dan aerator Venjet.

Program modernisasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama PT Venambak Kail Dipantara. Sejak sekitar dua bulan terakhir, teknologi tersebut mulai diterapkan untuk mendukung digitalisasi pengelolaan tambak di kawasan sentra budidaya kerapu tersebut.

Melalui sistem IoT, pembudidaya dapat memantau sejumlah parameter penting kualitas air, seperti tingkat keasaman (pH) dan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO), secara real time. Data tersebut dapat diakses melalui aplikasi pada telepon genggam sehingga memudahkan pengambilan keputusan dalam pengelolaan tambak.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meninjau implementasi teknologi di Kampung Kerapu Brondong, Rabu (22/7/2026), mengatakan modernisasi menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperkuat daya saing sektor perikanan budidaya.

“Perikanan Lamongan harus terus berkembang melalui modernisasi. Pemanfaatan teknologi ini menjadi perhatian kami agar produktivitas meningkat, budidaya semakin efisien, dan kesejahteraan pembudidaya ikut terangkat,” ujar Yuhronur.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Yuli Wahyuono, menjelaskan bantuan yang diberikan mencakup 150 unit aerator Venjet beserta perangkat pendukung, antara lain pelampung, box perangkat, modem internet, dan router yang terintegrasi dalam sistem pemantauan digital.

Menurut Yuli, teknologi tersebut berfungsi mendistribusikan oksigen hingga ke dasar tambak secara lebih merata, menjaga stabilitas kualitas air, memantau kondisi tambak secara berkelanjutan, membantu menjaga keseimbangan pH, serta mendukung sanitasi lingkungan budidaya.

Ia menyebutkan, penerapan teknologi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kawasan Kampung Kerapu yang memiliki luas sekitar 350 hektare dan dikelola oleh enam kelompok pembudidaya.

“Harapannya, pemanfaatan teknologi ini mampu meningkatkan luas produksi dan hasil budidaya. Bantuan yang diberikan sangat memberikan manfaat kepada seluruh petani tambak Kampung Kerapu,” kata Yuli.

Salah seorang pembudidaya, Lasturi, mengaku penggunaan perangkat tersebut memberikan kemudahan dalam mengelola tambak. Menurutnya, pemantauan kualitas air secara langsung memungkinkan langkah penanganan dilakukan lebih cepat ketika terjadi perubahan kondisi lingkungan budidaya.

“Selain mampu menambah kadar oksigen, alat juga memudahkan pemantauan kualitas air secara langsung sehingga tindakan penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan mencatat produksi Kampung Kerapu sepanjang 2025 mencapai 1.836 ton. Hasil budidaya tersebut dipasarkan melalui perusahaan mitra dan telah menembus pasar ekspor dengan kisaran harga jual Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap penerapan teknologi digital di sektor perikanan budidaya dapat menjadi model pengembangan kawasan tambak yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing komoditas perikanan daerah di pasar nasional maupun internasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.