MOB Ubaya Tekankan Kemandirian dan Karakter Mahasiswa Baru

oleh -39 Dilihat
oleh
MOB Ubaya Tekankan Kemandirian dan Karakter Mahasiswa Baru
Wakil Rektor I Ubaya, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto (tujuh dari kiri) secara resmi menutup MOB 2026.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Masa Orientasi Bersama (MOB) Universitas Surabaya (Ubaya) menjadi bagian dari tahapan awal mahasiswa baru memasuki kehidupan akademik di perguruan tinggi. Penutupan rangkaian orientasi tersebut menekankan pentingnya membangun kemandirian dan karakter mahasiswa sebagai bekal menjalani proses pendidikan di lingkungan kampus.

Masa orientasi tidak hanya menjadi momentum pengenalan lingkungan universitas, tetapi juga diarahkan untuk membantu mahasiswa memahami pola pembelajaran, tata tertib, serta berbagai tanggung jawab yang melekat pada status mereka sebagai mahasiswa.

Dalam pedoman akademiknya, Ubaya menempatkan Masa Orientasi Bersama sebagai kegiatan awal yang diikuti mahasiswa setelah diterima di universitas. Rangkaian pendidikan mahasiswa kemudian berlanjut melalui proses perkuliahan dan berbagai program pengembangan lainnya.

Aspek kemandirian menjadi salah satu hal penting dalam proses tersebut. Ubaya menjelaskan bahwa pendampingan akademik bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemandirian mahasiswa agar mampu menyelesaikan studi dengan baik sesuai minat dan kemampuan. Perencanaan serta pilihan kegiatan akademik pada dasarnya menjadi bagian dari inisiatif dan tanggung jawab mahasiswa, dengan tetap memperoleh pendampingan ketika diperlukan.

Dari perspektif pendidikan tinggi, penekanan terhadap karakter juga berkaitan dengan kesiapan mahasiswa menghadapi proses pembelajaran yang tidak lagi sama dengan jenjang sekolah. Mahasiswa dituntut lebih aktif mengelola waktu, menentukan pilihan akademik, membangun relasi, sekaligus mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil selama menjalani studi.

Pengembangan karakter tersebut juga tercermin dalam sejumlah program pendidikan Ubaya. Dokumen akademik universitas menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pengembangan soft skill serta karakter mahasiswa.

Dengan berakhirnya masa orientasi, tantangan berikutnya berada pada bagaimana mahasiswa menerapkan nilai yang diperoleh selama kegiatan tersebut dalam kehidupan akademik sehari-hari. Kemandirian tidak berhenti pada kegiatan orientasi, tetapi menjadi bagian dari proses mahasiswa menyelesaikan pendidikan hingga memasuki dunia profesional.

Bagi mahasiswa baru, masa transisi tersebut sekaligus menjadi tahap awal untuk mengenali tanggung jawab akademik dan membangun karakter selama menjalani kehidupan kampus.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.