Misi Dagang Jatim-Sumut Catat Transaksi Rp2,843 Triliun

oleh -34 Dilihat
oleh
Misi Dagang Jatim-Sumut Catat Transaksi Rp2,843 Triliun
Misi Dagang Jatim-Sumut yang dipimpin Khofifah mencatat transaksi Rp2,843 triliun, memperkuat perdagangan dan membuka peluang pasar ekspor.
banner 468x60

MEDAN, Garudasatunews.id – Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim) dengan Sumatera Utara (Sumut) mencatat nilai transaksi mencapai Rp2.843.228.682.250. Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut berlangsung di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Angkasa, Medan, Selasa (29/9/2026).

Nilai transaksi tersebut terdiri atas penjualan berbagai produk Jawa Timur ke Sumatera Utara sebesar sekitar Rp2,721 triliun dan pembelian sejumlah komoditas Sumatera Utara oleh pelaku usaha Jawa Timur senilai Rp121,592 miliar.

Transaksi melibatkan berbagai sektor, mulai peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan hingga industri manufaktur. Produk Jatim yang dipasarkan antara lain olahan daging unggas, susu, telur, anak ayam, kambing dan domba, gula aren, gula kelapa cair, kayu gergajian, produk fesyen serta hasil perikanan olahan.

Komoditas lainnya mencakup benih hortikultura dan tanaman pangan, rokok, pupuk NPK dan dolomit, beras premium, gula kristal, benih jagung, kopi, tepung mocaf, abon, sepatu kulit, multipleks, garam hingga pakan ikan.

Sementara pelaku usaha Jawa Timur membeli sejumlah produk dari Sumatera Utara, di antaranya wortel, jeruk, kepiting pasteurisasi, kopi, arang batok kelapa, cocofeat dan kopi luwak.

Khofifah menyebut misi dagang tersebut merupakan kegiatan kedelapan sepanjang 2026. Menurut dia, agenda tersebut tidak semata mengejar besarnya nilai transaksi, tetapi diarahkan membangun hubungan perdagangan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Perluasan akses pasar juga menjadi perhatian, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertemuan langsung dengan calon mitra bisnis diharapkan membuka pasar baru, meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jaringan distribusi.

Khofifah juga melihat potensi ekonomi Jatim dan Sumut dapat saling melengkapi. Kerja sama antarpelaku usaha dinilai tidak hanya berpotensi memperkuat perdagangan domestik, tetapi juga membuka akses produk menuju pasar ekspor.

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian ialah kopi. Jawa Timur memiliki produksi kopi yang cukup besar, namun peningkatan produktivitas masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan bibit unggul.

Selain kopi, arang kayu dan arang batok kelapa disebut memiliki peluang pasar yang luas, termasuk pasar internasional. Khofifah mendorong strategi communal branding agar produk sejumlah pelaku usaha dapat dikonsolidasikan sehingga mampu memenuhi permintaan dalam volume lebih besar.

Besarnya transaksi juga ditopang sejumlah komitmen perdagangan. PT Putra Prima Mandiri Kediri, misalnya, menjual produk peternakan kepada CV Kencana Harapan Agung Istimewa di Medan, mencakup 1.236 ton olahan daging unggas, 27.164 ton susu, 90 ton telur, 904 ton daging unggas, 449.500 ekor anak ayam serta 95 ekor kambing dan domba.

Di sektor perikanan, PT Central Proteina Prima Surabaya menjual 3.062 ton pakan ikan kepada Mohan P.S di Medan. Sementara PT Bumi Menara Internusa Surabaya membeli 345 ton kepiting pasteurisasi dari UD H.I. KTM, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Komitmen lainnya meliputi penjualan 20.000 ton pakan sapi dan kambing konsentrat oleh PT Ayo Tani Berjaya Kediri kepada CV Udin Mixfeed Binjai. CV Sinar Jaya SAE Gresik juga melakukan transaksi 4.800 ton pupuk NPK multiblending dan dolomit kepada PT Raja Aspal Medan.

Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution mengapresiasi pelaksanaan misi dagang tersebut. Ia menyebut kegiatan itu menjadi salah satu bentuk penguatan hubungan ekonomi antardaerah.

Bobby mengatakan nilai transaksi yang tercatat hingga pukul 10.00 WIB telah mencapai sekitar Rp2,288 triliun dan masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya negosiasi antarpelaku usaha.

Besarnya arus produk Jawa Timur ke Sumatera Utara juga menjadi perhatian dalam pengembangan pelaku usaha lokal. Bobby menekankan pentingnya kurasi UMKM, seleksi peserta, pelatihan serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar agar produk Sumut semakin mampu menembus Jawa Timur.

Kerja sama perdagangan Jatim-Sumut selanjutnya diarahkan agar tidak berhenti pada transaksi sesaat. Kedua pemerintah daerah mendorong terbentuknya hubungan usaha berkelanjutan, peningkatan daya saing produk serta terbukanya peluang pasar ekspor.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.