Misi Dagang Jatim-Kalteng Tembus Rp2,08 Triliun

oleh -82 Dilihat
oleh
Misi Dagang Jatim-Kalteng Tembus Rp2,08 Triliun
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kalteng Catat Transaksi Rp2,082 T Lebih
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.idKhofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur ke Kalimantan Tengah yang mencatat komitmen transaksi final mencapai Rp2.082.554.327.000 hingga Kamis (23/4/2026) pukul 17.00 WIB.

Kegiatan yang digelar di Palangka Raya ini mempertemukan pelaku usaha dari dua provinsi dalam skema business matching. Hadir dalam agenda tersebut Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, jajaran perangkat daerah, serta organisasi bisnis seperti Kadin, IWAPI, HIPMI, dan Gekrafs.

Berdasarkan data yang dipaparkan, nilai transaksi terdiri atas penjualan dari Jawa Timur sebesar Rp1,79 triliun, pembelian Rp193,55 miliar, serta komitmen investasi Rp90 miliar. Sejumlah komoditas utama yang diperdagangkan meliputi produk peternakan, hasil tembakau, pupuk organik, hingga produk olahan pangan dan perikanan.

Khofifah menegaskan misi dagang bukan sekadar forum promosi, melainkan instrumen untuk menghasilkan transaksi riil dan kemitraan berkelanjutan antarwilayah.

“Kita ingin setiap pertemuan menghasilkan nilai tambah, baik dalam bentuk transaksi maupun kerja sama jangka panjang,” ujarnya.

Namun demikian, capaian tersebut juga mencerminkan ketergantungan struktural Jawa Timur terhadap pasokan bahan baku dari luar daerah. Dalam skema pembelian, Jawa Timur masih mengandalkan Kalimantan Tengah untuk komoditas strategis seperti udang vaname, kayu bulat, dan rotan.

Di sektor investasi, kerja sama diarahkan pada pembangunan pabrik gula merah, pertambangan, serta budidaya ikan patin. Sejumlah transaksi besar tercatat berasal dari sektor peternakan senilai Rp1,21 triliun per tahun, pupuk organik Rp227,25 miliar untuk lima tahun, serta industri hasil tembakau Rp163,74 miliar per tahun.

Data pemerintah provinsi menunjukkan ekonomi Jawa Timur pada 2025 tumbuh 5,85 persen, melampaui rata-rata nasional 5,39 persen, dengan nilai PDRB mencapai Rp3.403,17 triliun. Kontribusi terhadap perekonomian nasional mencapai 14,40 persen.

Meski demikian, struktur perdagangan antarwilayah menunjukkan ketimpangan. Total perdagangan Jawa Timur tercatat Rp333,83 triliun, dengan nilai pembelian (Rp229,30 triliun) jauh lebih tinggi dibanding penjualan (Rp104,53 triliun).

Kondisi ini menegaskan tingginya kebutuhan industri Jawa Timur terhadap suplai bahan baku dari daerah lain, termasuk Kalimantan Tengah. Pada 2024, total perdagangan kedua wilayah mencapai Rp14,16 triliun dengan dominasi pembelian oleh Jawa Timur.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan misi dagang ini menjadi upaya menyeimbangkan struktur perdagangan sekaligus memperluas akses pasar dan investasi. Sejak 2019 hingga 2026, tercatat 51 misi dagang telah dilakukan ke 29 provinsi dengan total komitmen Rp38,32 triliun.

Sementara itu, Agustiar Sabran menyebut kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat hilirisasi industri dan rantai pasok antar daerah.

“Kami memandang ini sebagai pintu masuk untuk kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya perdagangan tetapi juga investasi,” ujarnya.

Capaian transaksi miliaran rupiah tersebut menjadi indikator kuatnya aktivitas ekonomi, namun sekaligus membuka pertanyaan terkait keseimbangan perdagangan dan efektivitas distribusi manfaat bagi pelaku usaha di tingkat daerah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.