Minyakita Rp19 Ribu, Distribusi Dipertanyakan

oleh -31 Dilihat
oleh
Minyakita Rp19 Ribu, Distribusi Dipertanyakan
Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan bergerak cepat menstabilkan harga minyak goreng subsidi Minyakita yang sempat merangkak naik di pasaran hingga menyentuh Rp19.000 per liter.
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Lonjakan harga minyak goreng subsidi Minyakita hingga Rp19.000 per liter di Kabupaten Pasuruan memicu intervensi darurat Satgas Pangan. Kenaikan yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) ini mengindikasikan adanya gangguan serius pada rantai distribusi yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Satgas Pangan bersama aparat kepolisian merespons dengan menggelontorkan 9,6 ton atau 9.600 liter Minyakita ke sejumlah pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk meredam gejolak harga sekaligus menutup celah kelangkaan yang sebelumnya dikeluhkan warga, terutama pasca momentum Lebaran.

Kanit II Satreskrim Polres Pasuruan, Eko Hadi Saputro, mengungkapkan distribusi dilakukan dalam skala besar melalui jaringan ritel resmi. “Totalnya ada 800 karton, masing-masing berisi 12 botol kemasan 1 liter untuk disalurkan ke tujuh retail Bulog,” ujarnya saat memimpin operasi dropping, Kamis (16/4/2026).

Distribusi difokuskan di Pasar Bangil dan Pasar Pandaan, dua titik yang sebelumnya dilaporkan mengalami kekosongan stok sejak sebelum Lebaran. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya hambatan distribusi atau potensi penahanan pasokan di level tertentu.

Selain penyaluran stok, pengawasan diperketat. Aparat memperingatkan pedagang agar tidak menjual di atas HET serta mewaspadai praktik penimbunan yang berpotensi menciptakan kelangkaan buatan. Penindakan tegas disebut akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran di lapangan.

Meski aparat mengklaim stok di tingkat distributor aman, fakta lonjakan harga sebelumnya menimbulkan pertanyaan soal efektivitas pengawasan distribusi. Celah ini dinilai menjadi titik rawan yang kerap dimanfaatkan untuk spekulasi harga.

Di lapangan, pedagang mengakui kenaikan harga dipicu tersendatnya pasokan. Harga kulakan yang melonjak memaksa mereka menjual hingga Rp19.000 per liter, jauh di atas kisaran normal sekitar Rp15.700. Kondisi ini berlangsung sejak sebelum Lebaran ketika pasokan disebut tidak tersedia.

Masuknya pasokan baru dari Bulog diharapkan mampu menekan harga kembali ke batas normal. Namun, stabilitas harga ke depan sangat bergantung pada konsistensi distribusi dan ketatnya pengawasan agar praktik serupa tidak kembali terulang di pasar tradisional Kabupaten Pasuruan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.