Minimnya Anggaran PJU, 1.092 Lampu Jalan di Sampang Mati Total, 14 Kecamatan Terdampak.

oleh -15 Dilihat
oleh
banner 468x60

SAMPANG, Garudasatunews.id – Sebanyak 1.092 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dilaporkan padam. Hingga kini, ribuan fasilitas penerangan jalan milik pemerintah daerah tersebut belum mendapatkan perbaikan optimal.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Moh. Chotibul Umam, mengonfirmasi kondisi tersebut. Dari total 9.859 titik PJU yang tercatat di seluruh wilayah Sampang termasuk 922 titik pemasangan baru pada 2025 sekitar 11 persen di antaranya dalam keadaan rusak.

“Memang benar ada ribuan lampu yang kondisinya mati,” ujar Chotibul Umam saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Sebaran Titik PJU Padam di 14 Kecamatan
Berdasarkan data Dishub Sampang, kerusakan PJU tersebar di seluruh kecamatan dengan rincian sebagai berikut :
Sampang Kota: 264 mati (2.361 menyala dari total 2.625 PJU)
Ketapang: 180 mati (485 menyala dari total 665 PJU)
Banyuates: 110 mati (901 menyala dari total 1.011 PJU)
Robatal: 110 mati (443 menyala dari total 543 PJU)
Torjun: 76 mati (378 menyala dari total 454 PJU)
Sreseh: 75 mati (343 menyala dari total 418 PJU)
Camplong: 72 mati (741 menyala dari total 813 PJU)
Jrengik: 65 mati (482 menyala dari total 547 PJU)
Karang Penang: 63 mati (89 menyala dari total 152 PJU)
Kedungdung: 51 mati (465 menyala dari total 516 PJU)
Pangarengan: 42 mati (649 menyala dari total 691 PJU)
Tambelangan: 32 mati (140 menyala dari total 172 PJU)
Omben: 21 mati (402 menyala dari total 423 PJU)
Sokobanah: 15 mati (392 menyala dari total 407 PJU)

Keterbatasan Anggaran dan Skala Prioritas
Lambatnya penanganan pemeliharaan PJU ini dipicu oleh terbatasnya alokasi anggaran. Anggaran pemeliharaan yang dikelola Dishub Sampang saat ini tercatat sekitar Rp300 juta. Dana tersebut harus dibagi untuk pelbagai kebutuhan operasional, mulai dari pengadaan unit lampu, suku cadang modul LED, hingga bahan bakar minyak (BBM) armada petugas penanganan.

Tingginya harga suku cadang juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk satu unit lampu LED, dibutuhkan tiga modul pendukung.
“Kami memprioritaskan perbaikan untuk perlintasan utama, seperti ruas Jalan Wahid Hasyim hingga Jalan Jaksa Agung Suprapto. Kebutuhan di titik tersebut mencapai 72 modul LED, yang sebenarnya hanya cukup untuk menyalakan 24 unit lampu,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.