MiG-29 Berpeluang Perkuat Skadron Agresor TNI AU

oleh -374 Dilihat
Jet Tempur MiG-29 Fulcrum
Dunia penerbangan militer Indonesia dikejutkan oleh kabar angin segar mengenai modernisasi sistem pelatihan tempur udara. Selama ini, konsep skadron agresor (aggressor squadron) atau unit khusus yang berperan sebagai musuh dalam latihan tempur udara cenderung hanya jamak ditemukan di negara-negara besar dengan anggaran pertahanan raksasa.
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Jet tempur MiG-29 Fulcrum berpeluang digunakan sebagai bagian dari skadron agresor TNI Angkatan Udara untuk mendukung modernisasi sistem pelatihan tempur udara.

Peluang tersebut disampaikan PT E System Solutions (ESS) melalui unggahan resmi di akun LinkedIn perusahaan. ESS menyebut rencana penyediaan skadron agresor bagi TNI AU dengan komposisi pesawat MiG-29C/UB yang dimodernisasi, serta Unmanned Aggressor High Subsonic Aerial Target.

PT ESS merupakan perusahaan yang terlibat dalam kerja sama pengadaan jet latih tempur Leonardo M-346F Block 20 untuk Kementerian Pertahanan RI.

Dalam rencana tersebut, skadron agresor diproyeksikan berfungsi sebagai unit khusus yang berperan sebagai “lawan” dalam latihan tempur udara. Skema pelatihan akan mengombinasikan pesawat berawak dan tanpa awak guna mensimulasikan pertempuran udara modern.

MiG-29 dipandang memiliki karakteristik yang sesuai sebagai pesawat agresor, antara lain kemampuan manuver tinggi serta profil visual dan inframerah yang kuat. Varian MiG-29C yang dimodernisasi juga dinilai mampu mensimulasikan taktik radar dan peperangan elektronik kontemporer.

Penggunaan MiG-29 sebagai pesawat agresor bukan hal baru di tingkat internasional. Sejumlah negara, termasuk Jerman dan Amerika Serikat melalui kontraktor militer swasta, pernah memanfaatkan MiG-29 untuk melatih pilot menghadapi karakteristik pesawat tempur buatan Rusia.

Jika rencana ini terealisasi, TNI AU berpotensi meningkatkan kualitas dan realisme latihan tempur udara tanpa harus bergantung pada pelatihan di luar negeri. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari TNI AU atau Kementerian Pertahanan terkait realisasi rencana tersebut.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.