Menyusuri Jejak Peradaban Keris Madura, Danrem Kagumi Warisan Adiluhung Kampung Empu Aeng Tong-Tong

oleh -31 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, garudasatunews.id|| Di tanah Madura yang sarat jejak sejarah dan peradaban, keris bukan sekadar senjata pusaka, melainkan simbol kehormatan, kebijaksanaan, dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Kabupaten Sumenep sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai salah satu pusat perkerisan Nusantara yang melahirkan karya-karya adiluhung bernilai seni tinggi. Dari tangan para empu, bilah-bilah keris ditempa dengan ketekunan, doa, filosofi, serta kearifan lokal yang menjadikannya bukan hanya benda budaya, tetapi juga saksi perjalanan sejarah bangsa. Hingga kini, warisan tersebut tetap hidup dan berdenyut di Desa Aeng Tong-Tong, sebuah kampung yang telah mengharumkan nama Sumenep di mata dunia sebagai sentra keris dan tempat lahirnya para empu ternama.

 

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kodim 0827/Sumenep, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir membuka Festival Keris yang berada di Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Sabtu (4/7/2026).

 

Festival tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung proses pelestarian budaya perkerisan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep. Danrem menyaksikan berbagai koleksi keris, hasil karya para empu, serta mendengarkan penjelasan mengenai sejarah dan filosofi yang terkandung dalam setiap bilah pusaka yang dipamerkan.

 

Brigjen TNI Kohir menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Desa Aeng Tong-Tong yang selama ini konsisten menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Menurutnya, keberadaan kampung yang dikenal sebagai Kampung Para Empu ini merupakan kekayaan budaya yang tidak ternilai dan harus terus dijaga keberlangsungannya.

 

“Desa Aeng Tong-Tong memiliki nilai historis dan budaya yang sangat luar biasa. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat di sini tetap mampu mempertahankan tradisi perkerisan yang menjadi identitas bangsa. Ini merupakan kebanggaan tidak hanya bagi Sumenep dan Madura, tetapi juga Indonesia,” ungkap Danrem.

 

Pada kesempatan tersebut, Danrem juga memberikan apresiasi kepada para empu keris yang terus mengabdikan diri menjaga warisan leluhur. Salah satunya adalah Empu Ika yang dikenal sebagai perajin keris yang aktif mewariskan ilmu dan keterampilan kepada generasi muda.

 

Menurut Danrem, para empu memiliki peran penting sebagai penjaga peradaban budaya karena tidak hanya menghasilkan karya seni bernilai tinggi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai filosofi, keteladanan, kesabaran, dan kecintaan terhadap warisan bangsa. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku budaya, diharapkan warisan adiluhung keris Sumenep akan terus lestari serta semakin dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat dunia.(diva)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.