Menyongsong Delapan Dasawarsa: Gupusjat Optronik II Puspalad Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat di Sidoarjo

oleh -22 Dilihat
oleh
banner 468x60

​SIDOARJO, garudasatunews.id – Suasana Minggu (5/7/2026) pagi di kawasan Gudang Pusat Senjata (Gupusjat) Optronik II Puspalad tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan warga dari berbagai usia telah memadati lapangan terbuka, membaur bersama para prajurit TNI. Alunan musik berirama cepat menandai dimulainya sesi senam pagi sebagai menu pembuka, membakar semangat dan mengalirkan energi positif sebelum massa menempuh rute jalan sehat. Rangkaian kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Peralatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang puncaknya jatuh pada 10 Juli mendatang.

 

​Usai peregangan fisik melalui senam pagi, ribuan peserta langsung merapatkan barisan di bawah gapura start. Bertindak melepas langsung rombongan jalan sehat, Kepala Gupusjat Optronik II Puspalad, Letkol Cpl H. Imam Wahyudi, S.Pd., M.M., berdiri gagah di garis depan. Mengenakan kaus olahraga hitam dengan aksen kuning khas kesatuan, perwira menengah tersebut mengibarkan bendera kotak-kotak hitam putih, melepas gelombang langkah pertama para peserta yang bergerak teratur menyusuri rute yang telah disiapkan panitia.

 

Kemeriahan pesta rakyat ini terasa kian lengkap dengan disediakannya ribuan kupon undian berhadiah yang dibagikan secara gratis kepada peserta. Antisipasi dan harapan membubung tinggi di sepanjang rute perjalanan, sebab panitia telah menyiapkan deretan doorprize yang sangat menyentuh kebutuhan warga sehari-hari. Mulai dari paket peralatan dapur modern, ratusan paket sembako, beberapa unit motor listrik ramah lingkungan, Sepeda gunung ,hingga satu unit sepeda motor konvensional gres yang menjadi magnet utama pada pengundian hari itu.

 

Sembari menunggu momen pengundian kupon yang mendebarkan, para peserta yang tiba di titik finish langsung disambut oleh hentakan irama khas Orkes Melayu. Penampilan panggung hiburan langsung ini sukses mencairkan suasana pagi yang hangat. Tidak ada lagi sekat formalitas; prajurit berpangkat, anggota Persit, hingga masyarakat sipil tampak larut dalam kegembiraan, berjoget bersama menikmati harmoni nada di bawah langit Sidoarjo yang cerah.

 

Tidak sekadar menyajikan hiburan dan taburan hadiah, kawasan acara juga disulap menjadi roda penggerak ekonomi mikro dengan hadirnya deretan tenda Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai produk kuliner, jajanan tradisional, hingga kerajinan lokal tampak berjejer rapi, diserbu oleh para peserta jalan sehat yang tengah melepas lelah. Pelibatan puluhan pelapak ini menjadi bukti nyata kepedulian Gupusjat Optronik II terhadap geliat ekonomi kerakyatan, memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM Sidoarjo untuk turut meraup berkah dari kemeriahan perayaan delapan dasawarsa tersebut.

 

“Kemanunggalan dengan rakyat adalah ruh utama dari kekuatan TNI AD. Melalui momen senam, jalan sehat, dan hiburan bersama ini, kami ingin menegaskan bahwa keampuhan korps kami tidak hanya diukur dari kecanggihan alutsista, melainkan dari seberapa kuat kebersamaan kita dengan masyarakat. Hadiah yang kami sediakan serta fasilitas tenda bagi rekan-rekan UMKM adalah bentuk kepedulian dan bakti nyata kami untuk ikut mendorong kesejahteraan warga,” tegas Letkol Cpl H. Imam Wahyudi di sela-sela acara kemasyarakatan tersebut.

 

Eksistensi Korps Peralatan TNI AD yang kini menginjak usia delapan dekade memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang perjuangan rakyat. Lahir di era revolusi fisik tahun 1946, satuan ini tumbuh dari keterbatasan, di mana para pendahulu korps berjuang memodifikasi senjata rampasan secara bergerilya di bengkel-bengkel darurat milik warga. Semangat pantang menyerah dan gotong royong masa lalu itulah yang dirawat hingga kini, di mana korps bertransformasi menjadi tulang punggung pertahanan teknologi militer angkatan darat.

 

Memasuki abad ke-21 yang serba digital, tugas prajurit Korps Peralatan dituntut makin presisi dan adaptif terhadap kemajuan zaman. Personel baret hijau di bawah komando Gupusjat Optronik II ini bertindak sebagai teknisi ahli terapan yang memastikan kelayakan tembak meriam, kalibrasi alat bidik malam, hingga keandalan jaringan kendali otomatis. Kendati memegang peran vital, para prajurit ini lebih sering bekerja dalam hening di balik layar, jauh dari hiruk-pikuk publisitas garis depan tempur. Dedikasi senyap itulah yang senantiasa menjamin alutsista TNI AD siap digerakkan kapan pun negara memanggil.

 

Menyongsong puncak perayaan usianya yang ke-80, Korps Peralatan TNI AD telah membuktikan kematangannya dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi militer global dan kearifan lokal. Kemeriahan yang memadukan senam pagi, keceriaan jalan sehat, pemberdayaan ekonomi UMKM, hingga riuh undian doorprize ini menjadi potret utuh keharmonisan tersebut. Delapan dasawarsa pengabdian ini menegaskan satu pesan luhur: di balik kokohnya sistem persenjataan yang menjaga kedaulatan Ibu Pertiwi, selalu ada detak jantung prajurit yang melangkah seirama menjaga senyum dan kesejahteraan rakyatnya. (Faisal dan Tim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.