MALANG, Garudasatunews.id – Warga Buring, Kedungkandang, mengeluhkan temuan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa roti kukus yang diduga berjamur dan diterima siswa sekolah pada Rabu (25/2/2026).
Keluhan muncul setelah beredarnya foto roti kukus yang terlihat terdapat bercak pada bagian pinggir. Paket MBG tersebut disalurkan melalui salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat. Namun, kondisi roti tersebut belum dapat dipastikan apakah benar berjamur atau tidak.
Seorang warga menyampaikan laporan bahwa paket MBG yang diterima lembaga pendidikan di kawasan Buring pada hari itu dalam kondisi tidak layak konsumsi seperti terlihat pada dokumentasi yang beredar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana menjelaskan bahwa pemberian menu kering kepada siswa dilakukan karena menyesuaikan dengan pelaksanaan bulan Ramadan. Meski demikian, pihaknya menekankan agar penyedia layanan tetap menjaga kualitas makanan.
Menurutnya, mutu makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi peserta didik dari jenjang SD hingga SMA dan tidak boleh mengabaikan aspek kesehatan.
Di Kota Malang saat ini terdapat sekitar 63 SPPG yang melayani kurang lebih 80 ribu siswa. Pemerintah kota meminta seluruh penyedia memastikan makanan yang didistribusikan aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
Pemkot juga mengingatkan agar menu kering yang diberikan tidak menimbulkan masalah seperti iritasi tenggorokan atau keluhan lain pada siswa, serta harus tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
Sejauh ini, Dinas Pendidikan mengaku belum menerima laporan penolakan dari sekolah maupun wali murid terkait pembagian MBG. Namun evaluasi dan pengawasan terhadap penyedia layanan akan terus diperketat guna menjamin kualitas makanan bagi para siswa. (Red-Garudasatunews)















