Mental Baja Bocah Sampang Madura! Zaki Ubaidillah Kunci Kemenangan Comeback Indonesia atas China

oleh -20 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260925-WA0022

SAMPANG, Garudasatunews.id — Media pemerintah China, Xinhua, memberikan sorotan khusus pada laga dramatis final beregu putra bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia sukses membalikkan kedudukan secara spektakuler dari tertinggal 0-2 menjadi kemenangan 3-2 atas China, sekaligus menggagalkan ambisi sang rival merebut gelar juara tiga kali beruntun.

​Pertandingan sengit tersebut berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Jepang, Kamis (24/9/2026).

​China sempat berada di atas angin setelah menyapu bersih dua partai pembuka. Mantan juara dunia Shi Yuqi membuka keunggulan China usai menghentikan perlawanan Jonatan Christie lewat dua gim langsung 21-13, 21-18.
​Keunggulan China bertambah di partai kedua lewat sektor ganda putra. Pasangan Feng Yanzhe/Liang Weikeng menundukkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melalui pertarungan rubber game ketat 22-20, 19-21, 21-14. Indonesia pun terdesak dalam situasi sulit setelah tertinggal 0-2.

​Titik Balik Kebangkitan Indonesia
​Xinhua mencatat, kebangkitan Indonesia dimulai saat Alwi Farhan turun di partai ketiga. Tampil gigih, Alwi menundukkan Li Shifeng lewat laga sengit tiga gim 23-21, 15-21, 21-16. Kemenangan ini membakar semangat dan membuka asa Tim Garuda.

​Momentum tersebut berhasil disempurnakan oleh ganda putra kedua Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Tampil dominan saat bersua He Jiting/Liu Yi, Leo/Daniel hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk membungkus kemenangan 23-21, 21-10. Kedudukan imbang 2-2 memaksa laga berlanjut ke partai penentu.

​Ketenangan Mental Zaki Ubaidillah Kunci Kemenangan
​Di partai pamungkas, sorotan utama Xinhua tertuju pada pebulu tangkis muda asal Sampang, Madura, Moh. Zaki Ubaidillah. Pemain yang baru berusia 19 tahun itu berhadapan dengan wakil senior China, Weng Hongyang bagian dari skuad peraih emas beregu putra Asian Games Hangzhou 2022.

​Xinhua memuji performa Ubed sapaan akrabnya yang dinilai bermental baja serta sanggup menjaga ketenangan di bawah tekanan luar biasa.

​Momen krusial terjadi pada gim pertama saat Weng Hongyang meraih game point lebih dulu di kedudukan 20-16. Tanpa gentar, Ubed menyapu bersih empat poin kritis, membalikkan keadaan, dan mengunci gim pertama dengan skor 23-21. Momen ini menjadi pukulan telak bagi mental bertanding lawan.

​Memasuki gim kedua, Ubed langsung tancap gas dan unggul jauh 6-1. Pebulu tangkis muda ini konsisten menjaga dominasi hingga menutup laga dengan skor akhir 21-13, memastikan kemenangan comeback 3-2 untuk Indonesia.

​Catatan Emas di Nagoya
​Sorotan mendalam Xinhua mempertegas bahwa kemenangan Indonesia bukan sekadar soal pembalikan skor dari 0-2 menjadi 3-2. Lebih dari itu, hasil ini membuktikan kematangan mental para pemain muda Indonesia saat berada di titik paling krusial.

​Trio penentu kebangkitan Alwi Farhan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Zaki Ubaidillah menjadi aktor utama yang memupuskan panggung dominasi China di nomor beregu putra Asian Games. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.