Menko Pangan Bahas Ketahanan Pangan di Ponpes Al-Amien

oleh -47 Dilihat
oleh
Vinanda Ajak UNISKA Hadirkan Solusi Nyata Ketahanan Pangan
Zulkifli Hasan menghadiri Pengajian Maulid Nabi di Ponpes Al-Amien bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menghadiri Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Amien, Kota Kediri, Kamis (10/9). Dalam agenda yang dihadiri ribuan jamaah tersebut, isu ketahanan pangan nasional menjadi salah satu fokus pembahasan di tengah tantangan musim kemarau yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga kebutuhan pokok.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah tengah memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat. Menurutnya, musim kemarau berpotensi memicu kenaikan harga beras sehingga pemerintah perlu bergerak cepat melalui berbagai program bantuan dan stabilisasi pasokan.

Menko Pangan mengungkapkan pemerintah telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan kepada masyarakat kurang mampu. Program tersebut menyasar sekitar 33,2 juta penerima manfaat di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli.

“Tadi saya sudah serahkan bantuan di Kediri. Selanjutnya akan ke daerah-daerah lain. Kita harus cepat bantu rakyat yang tidak mampu,” ujar Zulkifli Hasan dalam kegiatan tersebut.

Selain bantuan langsung kepada masyarakat, pemerintah juga melakukan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stok pangan nasional. Upaya tersebut antara lain melalui lelang komoditas cadangan jagung pemerintah serta optimalisasi pemanfaatan cadangan beras yang dapat digunakan sebagai bahan baku tepung. Kebijakan ini dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga rantai pasok pangan tetap stabil di tengah dinamika produksi dan distribusi.

Di sisi lain, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang turut hadir dalam acara tersebut menilai pengajian tidak hanya menjadi ruang silaturahmi keagamaan, tetapi juga sarana edukasi publik terkait kebijakan pangan nasional. Menurutnya, masyarakat memperoleh informasi langsung mengenai program pemerintah sekaligus mendapatkan motivasi dari pengalaman hidup yang dibagikan Menko Pangan.

Vinanda menegaskan ketahanan pangan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar ketersediaan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis pondok pesantren dalam mendukung pembangunan daerah. Selain sebagai pusat pendidikan keagamaan, pesantren dinilai memiliki potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung program ketahanan pangan berbasis komunitas.

Kegiatan pengajian tersebut juga diisi tausiyah oleh KH Anwar Zahid dan dihadiri Ketua Umum MUI sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien KH Anwar Iskandar, Habib Ahmad, Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, jajaran Forkopimda Plus Kota Kediri, para ulama, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran Menko Pangan di lingkungan pesantren dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas sosialisasi kebijakan pangan nasional kepada masyarakat akar rumput. Momentum ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan institusi keagamaan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah tantangan ekonomi dan perubahan musim yang terjadi saat ini.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.