Menhaj Prioritaskan Kesehatan dan Pembenahan Mina

oleh -20 Dilihat
oleh
Menhaj Prioritaskan Kesehatan dan Pembenahaan Mina
Menhaj Prioritaskan Kesehatan dan Pembenahaan Mina
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menetapkan penguatan layanan kesehatan jemaah dan pembenahan menyeluruh sistem pelayanan di Mina sebagai dua agenda prioritas dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun mendatang. Kebijakan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Irfan Yusuf, meski penyelenggaraan haji 2026 memperoleh apresiasi dan menunjukkan sejumlah peningkatan, evaluasi tetap diperlukan untuk memperbaiki aspek-aspek yang dinilai masih memerlukan penyempurnaan.

Laporan dari Media Center Haji (MCH) Kementerian Haji dan Umrah RI menyebutkan, pembahasan Rakernas difokuskan pada penguatan indikator kesehatan jemaah serta penataan sistem logistik di Arab Saudi sebagai bagian dari perbaikan operasional haji di masa mendatang.

“Kesehatan menjadi perhatian khusus. Kita memang berhasil menekan angka mortalitas sekitar 25 persen, tetapi jumlahnya masih cukup besar. Karena itu, penguatan istithaah kesehatan harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji ke depan,” kata Irfan Yusuf.

Ia menjelaskan, peningkatan indeks kepuasan jemaah pada musim haji 2026 didukung sejumlah inovasi, antara lain pengelolaan kuota berbasis provinsi, efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji, serta penerapan sistem digital melalui kartu Nusuk untuk mendukung layanan dan pelacakan jemaah.

Meski demikian, seluruh kebijakan dan pemanfaatan teknologi tersebut akan terus dievaluasi agar memberikan manfaat yang lebih optimal sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap jemaah.

Selain layanan kesehatan, Irfan Yusuf menegaskan bahwa kawasan Mina harus menjadi fokus pembenahan karena memiliki tingkat risiko tinggi dalam pelaksanaan puncak ibadah haji.

“Bagaimana kita bisa memperbaiki layanan di Mina harus menjadi perhatian bersama. Apa pun yang perlu dilakukan demi perbaikan layanan di Mina harus kita lakukan,” tegasnya.

Rakernas juga membahas penguatan kapasitas aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah melalui agenda retret yang akan digelar setelah kegiatan evaluasi. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan fisik, mental, kemampuan kepemimpinan, serta memperkuat koordinasi antarsatuan kerja dalam menghadapi penyelenggaraan haji berikutnya.

“Kegiatan retret ini merupakan bagian dari persiapan kita agar semakin siap secara fisik, mental, sekaligus memperkuat bonding di antara seluruh keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah,” ujarnya.

Menutup arahannya, Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta personel TNI dan Polri yang dinilai berkontribusi menjaga kelancaran operasional penyelenggaraan ibadah haji hingga proses evaluasi.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga semangat kolaborasi ini terus kita jaga untuk menghadirkan pelayanan haji Indonesia yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.