Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

oleh -32 Dilihat
oleh
Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI
Majelis pengasuh PPBU Tambakberas, KH M Hasib Wahab, menerima penghargaan kehormatan dari Pimpinan Pusat Ikatan Seni Hadrah Indonesia (PP ISHARI), Kamis malam (20/8/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab dianugerahi gelar “Bapak ISHARI Nahdlatul Ulama” atas jasa dan perjuangannya membina serta memasukkan seni hadrah ke dalam lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Penghargaan tersebut diberikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (20/8/2026) malam.

Penganugerahan berlangsung dalam rangkaian Istighotsah Kubro dan doa bersama untuk kesuksesan Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di Tambakberas. Penghargaan diserahkan Ketua Umum Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) kepada perwakilan dzurriyah Mbah Wahab, KH Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib.

Pemberian gelar tersebut bukan sekadar seremoni. Jejak Mbah Wahab dengan ISHARI berkaitan dengan sejarah perkembangan seni hadrah dalam tubuh NU. Saat menjabat sebagai Rais Aam PBNU, Mbah Wahab melihat tradisi hadrah yang berkembang di tengah masyarakat sebagai sarana dakwah yang kuat, masif, dan memiliki akar kultural di kalangan warga.

Pada 23 Januari 1959 atau bertepatan dengan 15 Rajab 1378 Hijriah, Mbah Wahab disebut membawa jam’iyah hadrah yang dikenal sebagai Terbang Abdurrahiman ke dalam organisasi NU. Tradisi tersebut kemudian diberi nama Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia atau ISHARI.

Langkah itu menunjukkan bagaimana Mbah Wahab memandang seni dan budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga instrumen dakwah dan penguatan kehidupan sosial-keagamaan. Jejak tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari tradisi NU yang bertahan lintas generasi.

Sekretaris PW ISHARI NU Jawa Timur, Gus Nu’am Abud, menilai penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap kejelian Mbah Wahab dalam membaca potensi tradisi hadrah. Pengakuan itu sekaligus menegaskan hubungan historis antara perjuangan Mbah Wahab dan keberadaan ISHARI di lingkungan NU.

Momentum penganugerahan di Tambakberas juga memiliki nilai simbolik. Pondok Pesantren Bahrul Ulum merupakan lingkungan yang memiliki keterkaitan erat dengan Mbah Wahab. Di tempat yang sama, ribuan warga Nahdliyin, santri, jamaah ISHARI dan masyarakat menghadiri rangkaian istighotsah serta doa bersama menjelang Muktamar NU ke-35.

Dalam kegiatan tersebut, penampilan ISHARI dan lantunan shalawat menjadi bagian utama acara. Kehadiran seni hadrah sekaligus menghidupkan kembali warisan dakwah yang dahulu diperjuangkan Mbah Wahab.

Dari sisi sejarah NU, penghargaan ini menjadi penanda bahwa kontribusi Mbah Wahab tidak hanya berhenti pada perannya sebagai salah satu pendiri dan penggerak NU. Perjuangannya juga meninggalkan ruang bagi seni tradisi untuk berkembang sebagai bagian dari ekspresi keagamaan dan kebudayaan Nahdliyin.

Dengan pemberian gelar Bapak ISHARI, jejak tersebut kembali ditegaskan di tanah Tambakberas—tempat yang menjadi salah satu pusat sejarah perjuangan Mbah Wahab dan kini menjadi lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35. (

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.