Mbah Haji 103 Tahun Tiba di Makkah

oleh -20 Dilihat
oleh
Mbah Haji 103 Tahun Tiba di Makkah
Ketika Mbah Mardijiyono tiba di hotel Al Asalah Al Bakkiya menuju kamarnya untuk istirahat.
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Mbah Mardijiyono, jemaah haji tertua asal Yogyakarta berusia 103 tahun, akhirnya tiba di Kota Suci Makkah pada Selasa (12/5/2026) pukul 00.38 Waktu Arab Saudi (WAS) usai menempuh perjalanan darat dari Madinah. Kehadiran lansia satu abad itu langsung menyita perhatian petugas haji dan rombongan jemaah di kawasan Syisyah.

Dengan mengenakan pakaian ihram dan kacamata baca, Mbah Mardijiyono terlihat tetap bugar saat turun dari bus rombongan Kloter 9 Yogyakarta (YIA 09) yang berhenti tepat di depan Hotel Al Asalah Al Bakkiya. Di tengah suasana dini hari yang sunyi, kedatangannya memunculkan suasana haru sekaligus kekaguman.

Informasi yang dihimpun dari laporan Media Center Haji (MCH) Kemenag RI menyebutkan, selama perjalanan dari Madinah menuju Makkah, Mbah Mardijiyono tetap terjaga di kursi paling depan sisi kiri bus. Ia menggunakan sandaran kepala untuk menjaga kondisi fisiknya setelah mengambil miqat di Bir Ali.

Kondisi fisik yang sudah renta membuat proses evakuasi dari dalam bus dilakukan dengan pengawasan ketat. Pendamping dari KBIHU, Ibnu Khaldun, terlihat menggendong Mbah Mardijiyono turun dari kendaraan sebelum dipindahkan ke kursi roda yang telah disiapkan petugas haji.

Penyambutan terhadap jemaah lansia tersebut dilakukan secara khusus. Sesampainya di lobi hotel, petugas memberikan teh hangat manis untuk memulihkan kondisi tubuhnya setelah perjalanan panjang lintas kota di Arab Saudi.

“Alhamdulillah. Iya, remen aku sampek Makkah,” ujar Mbah Mardijiyono lirih sambil menyeruput teh hangat. Ungkapan sederhana dalam bahasa Jawa itu menjadi simbol rasa syukur atas penantian panjang menunaikan ibadah haji.

Meski usianya telah melewati satu abad, semangat Mbah Mardijiyono dinilai masih kuat. Ia beberapa kali tersenyum kepada petugas dan jemaah lain yang menyambut kedatangannya di hotel.

Namun di balik kedatangannya ke Makkah, tersimpan perhatian serius dari tim kesehatan haji. Sebab, beberapa hari sebelumnya Mbah Mardijiyono sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit Madinah akibat penurunan kondisi kesehatan.

Kepala Sektor 7 PPIH Arab Saudi, Ronald Paul Sinyal, yang hadir langsung di lokasi, mengungkapkan apresiasi terhadap ketahanan fisik Mbah Mardijiyono. Petugas haji juga memastikan pengawasan kesehatan dilakukan secara maksimal untuk mengantisipasi risiko terhadap jemaah lanjut usia.

“Untuk Mbah Mardijiyono semoga sehat selalu, dan nanti saat melaksanakan haji, semoga menjadi haji yang mabrur,” ujar Ronald Paul Sinyal.

Sesuai prosedur layanan lansia, setibanya di kamar hotel Mbah Mardijiyono langsung diminta menjalani istirahat total sebelum melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram. Tim medis dan pendamping kloter disebut akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kondisi kesehatannya menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 2026.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.