Maulid Nabi di Ponorogo Diwarnai Rebutan Snack

oleh -13 Dilihat
oleh
Maulid Nabi di Ponorogo Diwarnai Rebutan Snack
Warga bersiap untuk rebutan snack yang sudaj digantungkan.
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Ringinputih, Desa Ringinputih, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, berlangsung meriah. Warga tidak hanya mengikuti tausiyah dan pembacaan shalawat, tetapi juga mempertahankan tradisi unik berupa rebutan makanan ringan hingga santap bersama ingkung ayam.

Tradisi tersebut berlangsung di halaman Musala Miftahul Huda pada Senin malam (31/8/2026). Puluhan warga dari berbagai usia berkumpul mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi yang dikemas dengan nuansa keagamaan sekaligus kebersamaan warga.

Salah satu tradisi yang paling menarik perhatian adalah rebutan snack. Berbagai makanan ringan digantung di sekitar lokasi acara, bahkan sebagian dihiasi amplop kecil berisi uang. Setelah rangkaian acara keagamaan selesai, makanan tersebut menjadi rebutan warga.

Anak-anak tampak paling antusias mengikuti tradisi tersebut. Suasana halaman musala pun berubah riuh oleh sorak-sorai warga. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kegembiraan masyarakat dalam memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Namun, perayaan tidak berhenti pada kemeriahan rebutan makanan. Warga kemudian kembali berkumpul untuk menikmati hidangan yang telah mereka bawa dari rumah masing-masing.

Setiap kepala keluarga membawa berkat berupa nasi dan satu ekor ayam ingkung utuh. Puluhan hidangan tersebut dikumpulkan untuk kemudian disantap bersama setelah seluruh rangkaian acara selesai.

Tradisi membawa ingkung sekaligus makan bersama itu memperlihatkan kuatnya pola kebersamaan masyarakat desa. Makanan yang dibawa masing-masing keluarga tidak hanya menjadi hidangan, tetapi juga menjadi sarana berbagi dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

Ketua Ta’mir Musala Miftahul Huda, Toyib, menyebut tradisi tersebut merupakan bentuk kegembiraan warga dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebelum tradisi rebutan snack dan santap bersama digelar, warga terlebih dahulu mengikuti kegiatan keagamaan. Tausiyah disampaikan Ustaz Fatkhurrodin, seorang hafiz Al-Qur’an.

Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah memahami pentingnya ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman kehidupan. Ia mengingatkan bahwa risalah Nabi menjadi tuntunan bagi umat untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan serta memilih jalan yang baik.

Rangkaian peringatan kemudian semakin semarak dengan penyalaan kembang api. Perpaduan tausiyah, shalawat, tradisi rebutan snack dan santap ingkung membuat peringatan Maulid Nabi di Ringinputih memiliki karakter tersendiri.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi semacam ini juga menunjukkan bahwa peringatan hari besar keagamaan di tingkat masyarakat tidak semata-mata berlangsung dalam bentuk seremonial. Ada ruang untuk mempertahankan warisan sosial, memperkuat silaturahmi dan mengenalkan nilai kebersamaan kepada generasi muda.

Bagi warga Ringinputih, tradisi tersebut menjadi bagian dari cara mereka menjaga peringatan Maulid Nabi tetap hidup sekaligus dekat dengan kehidupan masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.