JOMBANG, Garudasatunews.id – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Jombang kembali membuka rumah singgah gratis bagi peserta dan tamu Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas iman yang melibatkan Jaringan NU Kultural (JANUR) Jombang bersama GKJW Jombang, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, Badan Kerja Sama Antar Gereja (BAMAG) Jombang, serta komunitas keagamaan lainnya. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu peserta dari luar daerah yang kesulitan memperoleh tempat menginap selama mengikuti rangkaian Muktamar NU ke-35.
Perwakilan Anggota Majelis Jemaat GKJW Jombang, Achmad Soleh atau Kung Soleh, menyebut keterbukaan rumah singgah bagi peserta kegiatan keagamaan bukan kali pertama dilakukan. Rumah singgah tersebut menjadi ruang pelayanan sosial yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Sebelumnya, tiga rumah singgah disiapkan melalui kolaborasi lintas komunitas. Guest House GKJW Jombang di Jalan Adityawarman 1 memiliki kapasitas hingga 10 orang. Lokasinya berada sekitar 4–5 kilometer dari kawasan Tambakberas dan relatif dekat dengan pusat kota serta Stasiun Jombang.
Rumah singgah kedua berada di Guest House Pastori GKI Jombang, Jalan Tugu Gang III, dengan kapasitas sekitar empat orang. Sementara Rumah Singgah BAMAG Jombang di Dusun Weru, Mojongapit, memiliki kapasitas lebih besar dan berada lebih dekat dengan lokasi Muktamar.
Koordinator JANUR Jombang, Aan Anshori, sebelumnya menjelaskan penyediaan rumah singgah merupakan kontribusi komunitas lintas iman untuk memberikan kemudahan kepada siapa saja yang memiliki kepentingan positif dalam mengikuti Muktamar NU. Fasilitas tersebut terbuka antara lain bagi aktivis, jurnalis, peneliti, akademisi dan penggembira Muktamar dari luar Jombang.
Kehadiran rumah singgah gratis ini juga memperlihatkan bahwa penyelenggaraan Muktamar NU tidak hanya berdampak pada komunitas internal Nahdliyin. Mobilitas peserta dalam jumlah besar turut mendorong keterlibatan masyarakat sipil dan komunitas lintas agama dalam menyediakan dukungan sosial.
Fakta bahwa komunitas gereja ikut menyediakan tempat beristirahat bagi peserta Muktamar NU menjadi salah satu sisi penting dari perhelatan tersebut. Inisiatif ini memperlihatkan praktik toleransi yang tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui fasilitas yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat.
Pada pelaksanaannya, rumah singgah menjadi salah satu alternatif akomodasi bagi peserta yang membutuhkan tempat bermalam selama berada di Jombang. Kapasitas yang terbatas membuat pengaturan dan koordinasi menjadi bagian penting agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara tertib.
Penyediaan rumah singgah lintas iman itu sekaligus menempatkan Muktamar NU ke-35 sebagai momentum perjumpaan sosial yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Dukungan tersebut diberikan tanpa menjadikan perbedaan keyakinan sebagai penghalang dalam membantu para tamu yang datang ke Jombang.
Dengan demikian, rumah singgah gratis yang kembali dibuka GKJW Jombang bukan sekadar persoalan akomodasi. Di tengah tingginya mobilitas peserta Muktamar NU ke-35, fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata gotong royong masyarakat sekaligus gambaran hubungan lintas iman yang terbangun di Kabupaten Jombang.
(Red-Garudasatunews)














