Masyarakat Pamekasan Diingatkan Waspadai Kebakaran

oleh -35 Dilihat
oleh
Masyarakat Pamekasan Diingatkan Waspadai Kebakaran
Petugas Damkar berupaya memadamkan api
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id Masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau, khususnya saat melakukan pembakaran sampah atau dedaunan di sekitar tempat tinggal.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Pamekasan, Misyanto, menyusul banyaknya kejadian kebakaran di wilayah setempat yang didominasi kebakaran lahan.

Menurut Misyanto, pembakaran sampah yang dianggap sebagai aktivitas sederhana justru dapat menjadi pemicu kebakaran apabila dilakukan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan. Risiko semakin besar ketika cuaca panas, angin kencang, serta terdapat rumput atau material kering yang mudah terbakar.

“Selama ini warga cenderung menganggap enteng bakar sampah atau dedaunan di lahan kering, namun dampaknya justru kebakaran yang meluas sampai mendekati rumah-rumah penduduk,” kata Misyanto, Rabu (9/9/2026).

Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran di dekat bangunan, kendaraan, tumpukan bahan mudah terbakar, maupun kawasan yang dipenuhi rumput dan tanaman kering. Api juga tidak boleh ditinggalkan sebelum dipastikan benar-benar padam.

“Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati selama kemarau ini khususnya ketika membakar sampah. Sebab rata-rata kebakaran lahan disebabkan karena pembakaran yang disepelekan,” ujar Misyanto.

Pembakaran Sampah Berisiko Meluas

Misyanto menilai persoalan utama bukan hanya keberadaan api, tetapi tingkat kewaspadaan masyarakat saat menggunakannya. Api yang awalnya berukuran kecil dapat dengan cepat merambat ketika tertiup angin dan mengenai material yang mudah terbakar.

Karena itu, warga yang tetap melakukan pembakaran sampah diminta menyiapkan air atau alat pemadam sederhana di sekitar lokasi. Langkah tersebut penting sebagai antisipasi apabila api tiba-tiba membesar dan tidak lagi dapat dikendalikan.

Jika kondisi api mulai membahayakan, masyarakat diminta segera menjauh dari lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Asap Juga Berdampak pada Lingkungan

Selain ancaman kebakaran, pembakaran sampah secara terbuka juga berpotensi menghasilkan asap yang mengganggu masyarakat sekitar dan menurunkan kualitas udara.

Masyarakat karena itu didorong mempertimbangkan pengelolaan sampah yang lebih aman, antara lain dengan memilah sampah, mengolah sampah organik, serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kewaspadaan ini penting dilakukan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, sebab api yang awalnya digunakan untuk membakar sampah justru dapat dengan cepat merambat apabila terkena angin atau material mudah terbakar di sekitarnya,” jelasnya.

Misyanto berharap peningkatan kesadaran masyarakat selama musim kemarau dapat menekan risiko kebakaran, khususnya kebakaran lahan yang berpotensi meluas dan mendekati permukiman.

“Dengan meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian, risiko kebakaran akibat pembakaran sampah dapat ditekan, sekaligus menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat di Kabupaten Pamekasan,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.