Marak Kekerasan di Madura, Hj. Ansari: Jangan Salahkan Korban, Jangan Bungkam Suara Perempuan

oleh -36 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendesak penguatan komitmen bersama dalam menghadirkan ruang yang benar-benar aman bagi perempuan di Kabupaten Pamekasan. Seruan itu disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Talkshow dan Diskusi Publik Pengurus Korps PMII Putri (KOPRI) PMII Cabang Pamekasan, bertema “Ruang Aman Perempuan”, yang berlangsung di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, Sabtu (22/8/2026).

Dalam paparannya, Ansari menyoroti maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan, khususnya yang terjadi di wilayah Madura. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh lagi dianggap sebagai masalah pribadi, apalagi dibiarkan tumbuh menjadi hal yang dianggap lumrah atau biasa dalam kehidupan sosial.

“Perempuan berhak mendapatkan rasa aman, dihormati, didengar, dan dilindungi,” tegasnya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan bahwa upaya menghadirkan ruang aman bagi perempuan bukanlah beban yang hanya harus dipikul oleh perempuan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan keberanian untuk bersuara, sikap berpihak dalam melindungi korban, edukasi yang berkelanjutan, serta sistem penanganan yang cepat dan adil.

Ansari juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun budaya yang tegas menolak segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual. Ia mengingatkan agar tidak lagi menyalahkan korban, membungkam suara perempuan, maupun menganggap pelecehan sebagai hal yang wajar.

“Jangan menyalahkan korban, jangan membungkam suara perempuan, dan jangan pernah menganggap pelecehan sebagai hal yang biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ruang aman bukan sekadar soal tempat atau lokasi fisik, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang menghargai martabat dan melindungi perempuan — baik di lingkungan keluarga, pendidikan, tempat kerja, ruang publik, hingga ruang digital.

Melalui dialog yang digelar KOPRI PMII Cabang Pamekasan ini, Ansari berharap terbangun ruang diskusi, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, sehingga upaya pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di tengah masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.