Manfaatkan Tanaman Lokal untuk Biodiesel, 5 Siswa Bangkalan Raih Emas Juara 1 di Malaysia

oleh -45 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260924-WA0016

BANGKALAN, Garudasatunews.id — Tanaman nyamplung yang melimpah di Desa Langkap, Kabupaten Bangkalan, berhasil mengantarkan lima siswa MIS Ar-Raudlah Langkap meraih prestasi gemilang di tingkat internasional. Berkat penelitian mendalam mengenai potensi minyak nyamplung, mereka sukses menyabet medali emas pada kompetisi karya ilmiah di SEGi University, Malaysia.

Kelima siswa berprestasi tersebut adalah Sinta Qonita, Eriva Aqla Mahira, Ariyana Gita El Zahara Asyari, Nala Fitriyani, dan Rajwa Rizqiyatul Aini. Tim yang terdiri dari murid kelas 5 dan 6 ini berlaga di kategori Applied Physics and Engineering pada 21 September 2026, bersaing ketat dengan peserta dari 12 negara. Pengumuman kemenangan dinobatkan dua hari setelahnya.

Perjuangan Delapan Bulan dan Tantangan Bahasa
Pencapaian luar biasa ini tak diraih dalam semalam. Kepala MIS Ar-Raudlah Langkap, Abd Kowi, mengungkapkan bahwa proses pembinaan berlangsung marathon selama kurang lebih delapan bulan. Tahapan dimulai dari seleksi ketat bagi siswa kelas 4 hingga 6 yang bekerja sama dengan YSB, dilanjutkan dengan pembinaan intensif.

Aktivitas riset pun menyita waktu dan tenaga para siswa. Selain belajar di kelas, mereka aktif mengeksplorasi lingkungan sekitar untuk mengumpulkan bahan baku.

“Pulang sekolah mereka mencari nyamplung, mencari bahan yang diteliti. Malamnya belajar karya ilmiah internasional,” ujar Abd Kowi.

Nyamplung dipilih bukan tanpa alasan. Selain melimpah di Desa Langkap, tanaman ini memiliki nilai historis erat dengan tradisi masyarakat Madura yang dahulu memanfaatkannya sebagai bahan obor. Lewat tangan dingin para siswa, minyak nyamplung diteliti lebih jauh agar dapat dikembangkan sebagai bahan baku alternatif, salah satunya biodiesel.

Pembimbing tim, Izza Wardati, menambahkan bahwa siswa diajak menyelami jurnal-jurnal ilmiah sejak awal untuk memahami materi sekaligus menyusun presentasi. Tantangan terbesar justru terletak pada penguasaan bahasa asing, mengingat seluruh proses presentasi dan sesi tanya jawab dengan juri internasional wajib menggunakan bahasa Inggris.

“Letak kesulitannya itu di bahasa Inggris untuk mereka bisa komunikasi. Nanti juri ada pertanyaan-pertanyaan. Agar mereka bisa memahami apa yang diucapkan juri dan bisa menjawab, itu memang paling sulit di bagian bahasa Inggris,” jelas Izza, Kamis (24/9/2026).

Apresiasi dan Peluang Dukungan Pemkab Bangkalan
Keberhasilan fantastis ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, menyambut hangat kedatangan kelima siswa beserta tim pendamping di Pendopo Kabupaten Bangkalan.

Fauzan menegaskan bahwa capaian ini membuktikan siswa madrasah di Bangkalan memiliki daya saing tinggi di kancah global.

“Pemerintah daerah tentunya merasa bangga dan bersyukur. Ternyata ada anak didik kita di salah satu madrasah ibtidaiyah yang mengikuti kompetisi sains tingkat internasional yang dilaksanakan di Malaysia dan berhasil mendapatkan medali emas,” tutur Fauzan.

Meski mengakui adanya keterbatasan anggaran serta struktur instansi madrasah yang berada di bawah naungan lembaga pendidikan vertikal, Fauzan menyatakan Pemkab Bangkalan membuka peluang untuk membahas bentuk dukungan bagi siswa berprestasi tersebut secara internal.

Lebih lanjut, Fauzan menyoroti urgensi dari topik penelitian yang diangkat oleh para siswa. Menurutnya, riset mengenai minyak nyamplung sangat relevan dengan arah kebijakan energi nasional.

“Ini menarik dan hari ini negara lagi ingin bertransformasi dari fosil ke biodiesel. Jadi ini masuk bahan bakar atau energi baru terbarukan,” pungkasnya.
(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.