PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Madura United FC menghadapi Persijap Jepara pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (6/9/2026) malam. Bermain di kandang sendiri, Laskar Sape Kerrab dituntut mengamankan hasil maksimal sekaligus membuktikan kesiapan mereka menghadapi kompetisi musim baru.
Pertandingan ini bukan sekadar laga pembuka. Status sebagai tuan rumah membuat Madura United berada dalam tekanan untuk mengawali musim dengan performa positif. Persijap juga bukan lawan yang dapat diremehkan, sehingga kehilangan poin di kandang berpotensi menjadi awal yang kurang ideal bagi perjalanan Laskar Sape Kerrab.
Madura United memiliki modal positif dari pertemuan kedua tim pada musim sebelumnya. Saat bermain di stadion yang sama, Madura United berhasil mengalahkan Persijap dengan skor 2-1. Dua gol tersebut dicetak Aji Kusuma dan bek asing Mendonca, yang keduanya masih menjadi bagian dari skuad asuhan Jose Gomes musim ini.
Namun, catatan kemenangan tersebut tidak otomatis menjamin hasil serupa. Jose Gomes menyadari Persijap memiliki tantangan tersendiri. Pelatih Madura United itu memastikan timnya telah menjalani persiapan dan terus meningkatkan pemahaman pemain terhadap skema permainan yang diterapkan.
Persiapan Madura United juga menyentuh aspek antisipasi terhadap strategi lawan. Tim analisis klub disebut telah mempelajari karakter permainan Persijap yang dibangun pelatih asal Spanyol, Juan Cortes. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Laskar Sape Kerrab tidak ingin hanya mengandalkan keuntungan bermain di kandang.
Dari sisi performa terkini, Madura United datang dengan sejumlah hasil positif dalam rangkaian pertandingan terakhirnya. Persijap pun memiliki catatan yang patut diperhitungkan, termasuk kemenangan 3-0 atas Persita dalam salah satu pertandingan terakhirnya. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa laga perdana ini berpotensi berlangsung ketat.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah dukungan suporter. Manajemen Madura United telah meminta dukungan maksimal dari kelompok suporter untuk mengawal perjalanan tim sepanjang kompetisi. Dukungan tersebut sekaligus ditekankan agar tetap berada dalam koridor sportivitas dan tidak melanggar regulasi pertandingan.
Bagi Madura United, tiga poin di Pamekasan bukan hanya soal hasil pertandingan pertama. Kemenangan dapat menjadi modal psikologis sekaligus fondasi menghadapi jadwal panjang musim 2026/2027. Sebaliknya, terpeleset di kandang sendiri akan membuat evaluasi sejak awal musim menjadi tidak terhindarkan.
Karena itu, duel Madura United kontra Persijap menjadi ujian awal bagi konsistensi strategi Jose Gomes, kesiapan pemain, serta kemampuan Laskar Sape Kerrab mengubah keunggulan kandang menjadi hasil konkret di lapangan.
(Red-Garudasatunews)












