Madura United Terdesak, Wajib Menang di Bantul

oleh -35 Dilihat
oleh
Madura United Terdesak, Wajib Menang di Bantul
Laga Madura United FC menjamu PSIM Yogyakarta, pada lanjutan Super League di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Santu (10/1/2026). [Gambar: Madura United]
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Madura United menghadapi laga penentuan saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5/2026) malam. Tambahan tiga poin menjadi harga mati bagi Laskar Sape Kerrab demi menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Tekanan besar kini membayangi Madura United usai menelan kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga sebelumnya. Hasil buruk tersebut membuat posisi tim asal Pulau Madura itu belum aman dari ancaman degradasi menjelang akhir musim kompetisi.

Caretaker Madura United, Rakhmat Basuki, mengungkapkan timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh guna memperbaiki sejumlah kelemahan sebelum menghadapi PSIM Yogyakarta. Ia menilai seluruh pemain dalam kondisi fokus menghadapi pertandingan krusial tersebut.

“Saya rasa secara persiapan kita cukup bagus selama ini, anak-anak juga fokus pada pertandingan besok. Kita sepakat bahwa besok adalah pertandingan yang penting,” ujar Rakhmat Basuki.

Menurutnya, seluruh skuad memiliki motivasi tinggi untuk bangkit setelah hasil minor sebelumnya. Ia menegaskan Madura United harus tampil maksimal jika ingin tetap bertahan di Super League musim depan.

“Yang jelas, kami harus kerja keras. Harus mengeluarkan yang terbaik pada pertandingan besok. Dan kami juga ingin memastikan bahwa kita akan stay di Super League,” tegasnya.

Gelandang Madura United, Jordy Wehrmann, bahkan menyebut duel kontra PSIM sebagai partai final bagi timnya. Pemain asal Belanda itu memastikan seluruh pemain datang dengan target mutlak membawa pulang kemenangan dari Bantul.

“Kami datang ke sini dengan misi menang, itu yang kami inginkan. Kami akan kerja keras besok,” katanya.

Di kubu tuan rumah, PSIM Yogyakarta memastikan tidak akan memberikan kelonggaran meski lawannya tengah berada dalam tekanan degradasi. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menegaskan timnya tetap memburu kemenangan pada laga kandang terakhir musim ini.

“Instruksinya sangat jelas, kami mencoba memenangkan setiap pertandingan,” ucap Van Gastel.

Ia menilai situasi klasemen Madura United bisa memengaruhi pola permainan pertandingan. Namun demikian, PSIM tetap fokus menjaga tren positif setelah meraih kemenangan 2-0 atas Malut United pada pekan sebelumnya.

“Tergantung sedikit bagaimana hasil Solo hari ini, itu mungkin akan memengaruhi taktik atau semangat dari Madura. Tergantung apakah mereka sudah aman atau masih harus berjuang untuk degradasi,” ujarnya.

Van Gastel juga mengingatkan anak asuhnya agar mewaspadai pola permainan Madura United yang dinilai efektif dalam bertahan dan melancarkan serangan balik cepat.

“Di Liga Indonesia tidak ada pertandingan yang mudah karena setiap tim sangat kompetitif. Madura mengoleksi banyak poin di akhir musim ini dengan bermain low block dan transisi. Sangat sulit menghadapi tim yang bermain seperti itu di level mana pun,” jelasnya.

PSIM Yogyakarta sendiri bertekad menutup laga kandang musim ini dengan kemenangan demi memuaskan para pendukungnya di Stadion Sultan Agung.

“Kami ingin memberikan kemenangan untuk suporter. Pada akhirnya kami bermain sepak bola untuk para suporter, jadi kemenangan besok sangat penting,” tandas Van Gastel.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.