Literasi Terpadu Cetak Santri Penulis Andal

oleh -33 Dilihat
oleh
Literasi Terpadu Cetak Santri Penulis Andal
Santri antusias mengikuti Program Literasi Terpadu di Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Seblak
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Hasyim Seblak, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, terus memperkuat budaya literasi di lingkungan pesantren melalui Program Literasi Terpadu yang difokuskan untuk mencetak generasi santri penulis kreatif dan kritis.

Program tersebut diwujudkan melalui rangkaian diskusi dan workshop penulisan yang digelar pada 19 Mei 2026, dua hari setelah peringatan Hari Buku Nasional. Kegiatan ini melibatkan guru, santri, hingga komunitas literasi sebagai upaya membangun tradisi menulis yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Diskusi bertema “Pendidikan, Buku, dan Catatan-Catatan Di Dalamnya” menghadirkan aktivis pendidikan Alfian Bahri dan editor sekaligus penulis Suarts, Donny Darmawan. Acara dipandu Cak Fan dari Rombong Pentol Literasi Nusantara dengan dukungan Forum Taman Baca Masyarakat Jombang.

Selama dua jam diskusi berlangsung di Food Court Ponpes, para peserta membedah persoalan pendidikan, minimnya budaya membaca, hingga pentingnya menulis sebagai instrumen membangun daya kritis generasi muda.

“Menulis menjadi bukti isi pikiran seseorang. Dari tulisan itulah cara berpikir dapat diuji dan dijadikan dasar membangun kritisisme di sekolah maupun komunitas literasi,” ujar Alfian Bahri dalam forum diskusi.

Donny Darmawan menilai kemampuan menulis harus dibangun dari kebiasaan sederhana, termasuk mencatat aktivitas sehari-hari. Menurutnya, latihan tersebut mampu mengasah kemampuan santri dalam menyampaikan sudut pandang sekaligus memperkuat portofolio akademik mereka.

Pada malam harinya, workshop penulisan dilanjutkan di Aula Lantai 2 MA Ponpes. Dalam sesi itu, para santri mendapatkan pelatihan menyusun ide, teknik menulis cerpen, hingga strategi membangun alur cerita yang mampu menarik perhatian pembaca.

Santri juga diminta menulis cerpen sederhana dan membacakannya di hadapan peserta lain. Sesi tanya jawab berlangsung kritis dengan pembahasan seputar peluang ekonomi dunia kepenulisan dan teknik membangun imajinasi dalam karya sastra.

“Peluang ekonomi di dunia kepenulisan masih terbuka luas. Karena itu latihan menulis harus terus dilakukan agar kemampuan santri berkembang dan memiliki nilai produktif,” kata Alfian Bahri.

Direktur Bidang Pendidikan dan Madrasah Yayasan Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Seblak, Deden Fardan Hamdani, menegaskan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi Program Literasi Terpadu di lingkungan pesantren.

Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas literasi menjadi langkah strategis untuk membuka ruang diskusi, memperluas wawasan, serta meningkatkan pengalaman guru dan santri dalam membangun budaya literasi yang lebih kuat dan berkesinambungan di Ponpes Salafiyah Syafiiyah Khoiriyah Seblak Jombang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.