Limbah Jagung Disulap Sunscreen Anak, Tembus Pasar

oleh -39 Dilihat
oleh
Limbah Jagung Disulap Sunscreen Anak, Tembus Pasar
Limbah Jagung Disulap Sunscreen Anak, Tembus Pasar
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Inovasi berbasis riset kampus kembali menembus pasar nasional. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Rosalina Ariesta Laeliocattleya, mengembangkan limbah rambut jagung menjadi bahan aktif sunscreen anak melalui brand personal care BOUMI.

Produk ini menyasar segmen anak usia 4–14 tahun, yang selama ini dinilai belum memiliki formulasi perlindungan kulit yang spesifik di pasaran. Inovasi tersebut diklaim berangkat dari persoalan klasik: tingginya limbah pertanian jagung yang belum termanfaatkan secara optimal.

Berdasarkan hasil riset tim peneliti, rambut jagung mengandung senyawa aktif seperti ferulic acid dan flavonoid yang memiliki kemampuan menyerap sinar ultraviolet. Temuan ini menjadi dasar pengembangan bahan tabir surya alami dengan klaim proteksi tinggi.

“Produksi jagung di Indonesia besar, sehingga limbahnya juga tinggi. Dari situ kami melihat potensi yang bisa dimanfaatkan,” ujar Rosalina dalam keterangan saat peluncuran produk, Jumat (17/4/2026).

Namun demikian, pengembangan produk berbasis limbah ini juga memunculkan perhatian terhadap keberlanjutan pasokan bahan baku dan konsistensi kualitas. Untuk itu, tim peneliti menjalin kerja sama dengan petani di Pulau Jawa guna memastikan rantai pasok tetap terjaga.

Pada tahap produksi massal, pihak kampus menggandeng PT Cedefindo yang berada di bawah Martha Tilaar Group. Kolaborasi ini disebut menjadi langkah strategis untuk memastikan produk memenuhi standar industri.

Produk sunscreen BOUMI diklaim telah melalui uji SPF baik secara in vitro maupun in vivo, dengan hasil mencapai SPF 50+. Klaim ini menempatkan produk dalam kategori perlindungan tinggi yang relevan untuk iklim tropis seperti Indonesia.

Di sisi lain, inovasi ini juga menyoroti celah pasar yang selama ini belum terisi optimal, yakni kebutuhan produk perawatan kulit khusus anak usia sekolah. Mayoritas produk yang beredar masih terfokus pada bayi atau dewasa.

Selain sunscreen, pengembangan riset juga diarahkan pada diversifikasi produk berbasis rambut jagung, termasuk potensi pengolahan menjadi minuman herbal. Hal ini menunjukkan upaya perluasan nilai ekonomi limbah pertanian melalui pendekatan ilmiah.

Produk BOUMI kini mulai diperkenalkan ke publik melalui berbagai kanal, termasuk kolaborasi dengan sektor pariwisata seperti Batu Love Garden sebagai bagian dari pendekatan pentahelix yang melibatkan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media.

Meski menjanjikan, implementasi inovasi ini tetap memerlukan pengawasan berkelanjutan, terutama terkait klaim keamanan, efektivitas jangka panjang, serta konsistensi produksi di pasar massal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.