Ledakan SPPG Medali Mojokerto, Lima Orang Terluka

oleh -30 Dilihat
oleh
Ledakan SPPG Medali Mojokerto, Lima Orang Terluka
Petugas damkar melakukan upaya pemadaman. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Ledakan keras mengguncang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/8/2026) malam. Ledakan yang diduga berkaitan dengan kebocoran gas itu membuat bagian atap dapur jebol dan memicu kebakaran. Lima orang yang berada di lokasi mengalami luka dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa tersebut terjadi saat sejumlah teknisi melakukan penanganan terhadap instalasi atau tabung gas yang digunakan untuk operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi sementara menyebutkan, sebelum ledakan terdengar suara seperti gas keluar. Tak lama kemudian terjadi ledakan yang disusul kobaran api dan runtuhnya sebagian atap bangunan.

Seorang warga, Diah Ayu, mengatakan suara ledakan terdengar sangat keras hingga menyerupai suara bom. Ledakan disebut hanya terjadi satu kali, tetapi dampaknya langsung membuat asbes dan bagian atap dapur jebol.

Saat kejadian, terdapat lima orang di dalam area SPPG. Mereka terdiri dari tiga teknisi dan dua karyawan perempuan yang sedang melakukan persiapan sebelum kegiatan memasak. Dua karyawan perempuan disebut terkena material atap yang runtuh, sedangkan tiga teknisi mengalami luka bakar.

Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, lima orang mengalami luka dengan kondisi berbeda dan seluruhnya telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas juga melakukan pengamanan agar kobaran tidak merembet ke bangunan lain maupun permukiman warga di sekitar lokasi.

Dari sisi keselamatan, insiden ini menyisakan pertanyaan penting mengenai kondisi instalasi gas SPPG. Keterangan salah satu korban mengungkap bahwa sehari sebelum ledakan, sistem gas sempat bermasalah hingga menyebabkan kompor mati ketika kegiatan memasak berlangsung. Teknisi kemudian dipanggil untuk melakukan penanganan.

Kesaksian tersebut membuat aspek pemeriksaan instalasi menjadi perhatian. Polisi sendiri belum menetapkan penyebab pasti ledakan dan masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan keterangan saksi serta fakta di lokasi. Dugaan awal mengarah pada persoalan kebocoran gas, tetapi kesimpulan resmi masih menunggu hasil pemeriksaan.

Aktivitas SPPG untuk sementara dihentikan pascakejadian. Penghentian tersebut menjadi langkah penting sebelum dapur kembali beroperasi, terutama untuk memastikan kondisi bangunan serta sistem penyediaan dan distribusi gas benar-benar aman.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan program MBG tidak hanya bergantung pada kapasitas produksi makanan, tetapi juga pada standar keselamatan kerja, kelayakan bangunan, serta keamanan instalasi yang digunakan dalam operasional SPPG. Pemeriksaan menyeluruh menjadi penting agar persoalan teknis yang berpotensi membahayakan pekerja maupun lingkungan sekitar tidak terulang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.