SUMENEP, Garudasatunews.id – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. KH Abd Basith Abdullah Sajjad, salah satu pengasuh pesantren tersebut, dikabarkan wafat.
Kepergian KH Abd Basith menjadi kehilangan bagi lingkungan pesantren dan masyarakat yang selama ini mengenal kiprahnya dalam dunia pendidikan Islam. Sosoknya merupakan bagian penting dari keluarga besar Annuqayah yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Madura.
KH Abd Basith Abdullah Sajjad dikenal sebagai ulama sekaligus penulis yang produktif. Sejumlah sumber akademik mencatat, ia lahir di Sumenep pada 4 Juni 1944 dan merupakan putra KH Abdullah Sajjad. Ia juga tercatat sebagai cucu KH Muhammad Syarqawi, pendiri Pondok Pesantren Annuqayah.
Jejak pemikiran KH Abd Basith antara lain terlihat dari karya-karya keislaman yang ditulisnya. Salah satu karya yang dikenal adalah Tafsir Surah Yasin. Produktivitasnya dalam menulis turut menjadikannya salah satu figur intelektual pesantren yang memiliki perhatian terhadap pengembangan keilmuan Islam.
Dalam perjalanan Annuqayah, KH Abd Basith juga memiliki posisi penting. Catatan mengenai sejarah pesantren menyebut KH Abd Basith bersama KH M Tsabit Khazin pernah memimpin Annuqayah ketika pesantren tersebut memperoleh penghargaan Kalpataru pada 1981. Penghargaan itu menjadi salah satu catatan penting kiprah Annuqayah dalam isu lingkungan hidup.
Sebelumnya, KH Abd Basith dikenal sebagai ulama yang tetap aktif berkarya meski memasuki usia lanjut. Pada 2020, NU Online Jatim mencatat kondisi kesehatannya telah menurun, namun ia masih produktif menulis berbagai kitab. Catatan tersebut sekaligus menggambarkan panjangnya pengabdian KH Abd Basith terhadap dunia pesantren dan keilmuan Islam.
Wafatnya KH Abd Basith dengan demikian bukan hanya menjadi kabar duka bagi keluarga dan santri, tetapi juga menandai berakhirnya salah satu fase perjalanan seorang ulama yang memiliki keterkaitan erat dengan tradisi keilmuan Annuqayah.
Pondok Pesantren Annuqayah sendiri merupakan salah satu pesantren bersejarah di Sumenep. Pesantren tersebut terus berkembang melalui pendidikan, pengabdian masyarakat, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Kepergian KH Abd Basith meninggalkan warisan keilmuan dan keteladanan yang akan menjadi bagian dari sejarah panjang Annuqayah. Bagi kalangan pesantren, karya dan pengabdiannya menjadi catatan yang tidak berhenti pada sosok, tetapi diteruskan melalui tradisi ilmu dan pendidikan kepada generasi berikutnya.
(Red-Garudasatunews)














