Lazismu Jatim Dukung MDMC Pulihkan Flores Pascagempa

oleh -28 Dilihat
oleh
Lazismu Jatim Dukung MDMC Pulihkan Flores Pascagempa
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Timur
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur memberangkatkan lima personel tim awal ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memulai program rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa bumi. Didukung Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Timur, program pemulihan tersebut direncanakan berlangsung selama lima bulan, mulai Oktober 2026 hingga akhir Februari 2027.

Pemberangkatan tim dari Gedung Kemanusiaan Lazismu Jawa Timur di kawasan Buduran, Sidoarjo, pada Sabtu (10/10/2026), menandai peralihan penanganan bencana dari fase tanggap darurat menuju pemulihan jangka menengah. Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa membangun kembali kehidupan, memulihkan fasilitas dasar, serta memperkuat ketahanan menghadapi bencana.

Perwakilan Lazismu Jawa Timur sekaligus penata laksana bantuan, Aditio Yudono, menjelaskan bahwa MDMC Jawa Timur telah menjalankan respons tanggap darurat selama sekitar 60 hari sejak dua hari setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Menurut Aditio, dukungan Lazismu akan terus diberikan agar pendampingan terhadap penyintas tidak berhenti ketika fase darurat berakhir.

“Lazismu Jatim terus memberikan dukungan terhadap upaya MDMC Jatim dalam mendampingi warga penyintas dengan berbagai program penguatan pada area yang menjadi dampingan Muhammadiyah Jawa Timur,” ujarnya.

Sembilan Program Pemulihan Disiapkan

Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Ketua MDMC Jatim, M. Rofii, M.T., mengatakan program rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah terdampak, terutama Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.

Program tersebut dirancang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan pendidikan, penyediaan akses air bersih, perbaikan sarana ibadah, penguatan ekonomi keluarga, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Perencanaan program sebelumnya dibahas dalam rapat gabungan MDMC dan Lazismu Jawa Timur di kawasan Jemursari, Surabaya, Selasa (6/10/2026).

“Muhammadiyah hadir tidak hanya saat tanggap darurat memuncak, tetapi teguh mendampingi hingga masyarakat bangkit, mandiri, dan tangguh menghadapi masa depan,” kata Rofii.

Pemulihan Pascabencana Membutuhkan Pendampingan Berkelanjutan

Peralihan dari tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi tahap penting dalam penanganan bencana. Setelah kebutuhan mendesak ditangani, masyarakat masih menghadapi tantangan untuk memulihkan tempat tinggal, aktivitas pendidikan, mata pencaharian, dan akses terhadap layanan dasar.

Karena itu, keberhasilan program pemulihan tidak hanya ditentukan oleh keberangkatan relawan atau penyaluran bantuan, tetapi juga oleh ketepatan sasaran, kesinambungan pendampingan, serta keterlibatan masyarakat setempat.

Pelaksanaan program selama lima bulan hingga Februari 2027 diharapkan dapat membantu warga terdampak di Flores memulihkan kehidupan secara bertahap. Koordinasi antara relawan, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

MDMC Jawa Timur bersama Lazismu Jatim menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pendampingan pada fase pemulihan, sehingga upaya kemanusiaan pascagempa tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi berlanjut menuju masyarakat yang lebih mandiri dan tangguh menghadapi risiko bencana.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.