Bojonegoro Salurkan 589,8 Ton Benih Padi untuk Petani

oleh -20 Dilihat
oleh
Bojonegoro Salurkan 589,8 Ton Benih Padi untuk Petani
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 589,8 ton hingga Oktober 2026.
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah merealisasikan penyaluran bantuan benih padi sebanyak 589,8 ton hingga Oktober 2026. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pertanian di lahan seluas 23.693 hektare sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani.

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan bantuan benih merupakan bagian dari sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menjamin ketersediaan benih bermutu dan berlabel bagi petani.

Program tersebut menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan produksi padi di Bojonegoro yang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur.

Alokasi Bantuan Capai 592,225 Ton

Berdasarkan data DKPP, total alokasi bantuan benih padi untuk tahun anggaran 2026 mencapai 592.225 kilogram atau 592,225 ton, dengan target cakupan lahan pertanian seluas 23.798 hektare.

Dukungan terbesar berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), yakni sebanyak 544.250 kilogram untuk lahan seluas 21.770 hektare.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui APBD Provinsi (APBD I) mengalokasikan 25.000 kilogram benih untuk 1.000 hektare. Adapun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui APBD Kabupaten (APBD II) menyediakan 22.975 kilogram untuk lahan seluas 1.028 hektare.

Dari alokasi APBD II tersebut, bantuan mencakup 4.100 kilogram benih padi hibrida dan 18.875 kilogram benih padi inhibrida varietas Gamagora, termasuk 125 kilogram untuk kegiatan demplot atau petak percontohan.

Hingga Oktober 2026, realisasi penyaluran dari alokasi APBD II tercatat mencapai 20.550 kilogram untuk lahan seluas 923 hektare. Rinciannya, 3.800 kilogram benih padi hibrida untuk 253 hektare dan 16.750 kilogram benih Gamagora untuk 670 hektare.

Kembangkan Varietas Unggul Gamagora 7

Selain menyalurkan bantuan benih, Pemkab Bojonegoro menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui pengembangan demplot Varietas Unggul Baru (VUB) Gamagora 7.

Zaenal Fanani menyampaikan bahwa hasil uji coba varietas tersebut dinilai cukup memuaskan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan produksi padi di daerah.

Penyaluran benih Gamagora dilakukan dalam tiga tahap, yakni 7.250 kilogram pada tahap pertama, 4.000 kilogram pada tahap kedua, dan 5.500 kilogram pada tahap ketiga.

Penggunaan varietas unggul diharapkan membantu petani meningkatkan hasil panen. Namun, efektivitasnya tetap perlu ditunjang kesesuaian varietas dengan kondisi lahan, ketersediaan air, pemupukan, serta pengelolaan tanaman yang tepat.

Sisa 2,425 Ton Menunggu Penyaluran

Dari total alokasi 592,225 ton, masih terdapat sisa bantuan sebanyak 2.425 kilogram atau 2,425 ton yang akan disalurkan secara bertahap mengikuti kalender tanam di masing-masing kecamatan.

DKPP Bojonegoro menyatakan akan mengawal proses distribusi agar benih diterima langsung oleh kelompok tani (poktan) yang berhak memperoleh bantuan.

Pengawasan distribusi menjadi aspek penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan sesuai jadwal tanam. Selain jumlah benih yang tersalurkan, dampak program terhadap produktivitas panen dan kesejahteraan petani juga menjadi ukuran penting keberhasilan kebijakan tersebut.

Pemerintah daerah berharap dukungan benih bermutu dan pengembangan varietas unggul dapat menjaga kesinambungan produksi padi Bojonegoro serta memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.