Layanan BPJS RSPG Berakhir, Cuci Darah Tetap Dilayani

oleh -17 Dilihat
oleh
Layanan BPJS RSPG Berakhir, Cuci Darah Tetap Dilayani
Tidak adanya kerja sama langsung dengan BPJS Kesehatan per 15 September 2026. Bukan berarti pasien peserta JKN kehilangan akses pelayanan di jaringan RS Petrokimia Gresik (RSPG).
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) akan berakhir pada 15 September 2026. Meski layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara umum tidak lagi ditanggung BPJS Kesehatan di RSPG setelah tanggal tersebut, pasien yang membutuhkan layanan hemodialisa atau cuci darah dipastikan tetap mendapat pelayanan melalui pengaturan BPJS Kesehatan.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur RSPG dr. Luviana Tyaswulandari. Ia menyebut rumah sakit memahami kekhawatiran masyarakat menyusul berakhirnya kerja sama layanan JKN tersebut.

“Fokus utama kami saat ini dan ke depan adalah layanan yang optimal kepada pasien,” ujar Luviana, sebagaimana diberitakan sejumlah media pada 9 September 2026.

Penghentian kerja sama ini menjadi perhatian karena peserta BPJS Kesehatan selama ini merupakan bagian besar dari pengguna layanan RSPG. Data yang disampaikan manajemen menyebut kunjungan pasien BPJS Kesehatan mencapai sekitar 12 ribu per bulan. Kondisi tersebut membuat proses transisi rujukan menjadi persoalan penting agar pasien tidak mengalami kekosongan pelayanan.

Salah satu layanan yang mendapat perhatian khusus adalah hemodialisa. Terapi ini merupakan layanan berkelanjutan sehingga penghentian secara mendadak dapat berisiko bagi pasien yang membutuhkan perawatan rutin.

Manajemen RSPG memastikan layanan hemodialisa bagi peserta JKN tetap diberikan di RSPG dengan pengaturan BPJS Kesehatan. Layanan tersebut disebut tetap berjalan hingga akhir 2026.

Sementara itu, pasien JKN yang membutuhkan layanan lain akan diarahkan melalui mekanisme pengalihan rujukan sesuai ketentuan yang berlaku. RSPG menyediakan layanan pelanggan atau pusat informasi untuk membantu pasien memahami proses transisi tersebut.

Alternatif pelayanan juga tersedia di jaringan Petrokimia Grup. RS Grha Husada dan RSPG Driyorejo masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Klinik-klinik fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam jaringan grup juga tetap melayani peserta JKN.

Untuk pasien dalam kondisi gawat darurat yang datang ke IGD RSPG dan membutuhkan layanan JKN, pihak rumah sakit menyatakan akan memfasilitasi pengalihan pelayanan ke fasilitas kesehatan jaringan yang masih menerima BPJS Kesehatan.

RSPG juga tetap menerima peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya untuk penanganan kecelakaan kerja. Di sisi lain, rumah sakit tengah menyiapkan sejumlah layanan baru, antara lain Women and Children Center, Occupational Health and Industrial Hygiene Center, Pain Clinic, Wound Clinic, serta Geriatric Clinic.

Berakhirnya kerja sama BPJS Kesehatan dengan RSPG menempatkan masa transisi sebagai titik krusial. Bagi pasien JKN, kepastian informasi mengenai rujukan, jadwal pelayanan, dan mekanisme pembiayaan menjadi hal yang harus dipastikan agar perubahan kerja sama tidak mengganggu kesinambungan pengobatan.

Manajemen RSPG menegaskan proses pelayanan akan tetap mengedepankan keselamatan pasien, kepatuhan, dan integritas.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.