KUTT Suka Makmur Grati Jadi Model Rantai Pasok Susu

oleh -38 Dilihat
oleh
KUTT Suka Makmur Grati Jadi Model Rantai Pasok Susu
Komisi IV DPR RI bersama Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan meninjau rantai pasok susu segar di KUTT Suka Makmur, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, menjadi salah satu perhatian dalam upaya memperkuat rantai pasok susu dan mendorong kemandirian susu nasional. Koperasi tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena menghubungkan peternak sapi perah dengan kebutuhan industri hingga konsumen.

Hal itu mengemuka saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke KUTT Suka Makmur, Senin (28/9/2026). Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, bersama jajaran Kementerian Pertanian serta pemangku kepentingan sektor peternakan. Agenda tersebut difokuskan untuk melihat kondisi rantai pasok susu dari tingkat peternak hingga industri dan konsumen.

Dalam peninjauan tersebut, KUTT Suka Makmur dipandang sebagai contoh kelembagaan koperasi yang tidak hanya berperan dalam pengumpulan dan pemasaran susu. Koperasi juga mengintegrasikan berbagai kebutuhan peternak, termasuk penyediaan pakan, pelayanan kesehatan hewan, pembiayaan, pendampingan, serta pengembangan produk olahan susu.

Dari sisi produksi, KUTT Suka Makmur telah menjalankan aktivitas persusuan selama puluhan tahun. Data Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyebut koperasi tersebut sejak 1968 memproduksi susu sapi segar untuk kebutuhan industri pengolahan susu maupun masyarakat. Pada Juli 2026, produksi dilaporkan mencapai sekitar 30 ton susu segar per hari dari sekitar 8.000 ekor sapi yang dimiliki sekitar 1.100 peternak aktif.

Rantai produksi tersebut menjadi penting karena peningkatan produksi susu nasional tidak hanya bergantung pada jumlah ternak. Kualitas bibit, pemeliharaan, kandang, pakan, kesehatan hewan, standar penerimaan susu, serta kepastian pasar menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun ekosistem persusuan.

Kementerian Pertanian juga menyoroti potensi Sapi Perah Grati sebagai sumber daya genetik lokal yang dinilai memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dataran rendah dan suhu relatif tinggi. Pengembangannya diarahkan berjalan bersama dengan penguatan produktivitas peternak, koperasi, pakan, kesehatan hewan dan kepastian pasar.

Bagi penguatan kemandirian susu, persoalan berikutnya adalah memastikan peningkatan produksi memiliki jalur penyerapan yang jelas. Karena itu, pengalaman KUTT Suka Makmur menjadi bahan pembelajaran mengenai bagaimana koperasi dapat memperkuat posisi peternak sekaligus menghubungkan sektor hulu dan hilir.

Selain pasar industri, KUTT Suka Makmur juga menyediakan susu bagi masyarakat lokal. Koperasi sebelumnya menyampaikan adanya produk susu pasteurisasi “Suka Susu” yang dipasarkan kepada masyarakat dengan harga terjangkau.

Dengan demikian, penguatan koperasi susu tidak hanya menyangkut peningkatan volume produksi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan usaha peternak, mutu produk, akses pasar dan nilai tambah. Langkah lanjutan berupa kebijakan yang mampu memperkuat seluruh mata rantai tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kontribusi produksi susu dalam negeri.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.