Kuota SD Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Terpenuhi

oleh -33 Dilihat
oleh
Kuota SD Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Terpenuhi
Kuota SD Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Terpenuhi
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, proses penetapan peserta didik Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ponorogo memasuki tahap akhir. Namun, hasil verifikasi menunjukkan ketimpangan pemenuhan kuota antarkategori jenjang pendidikan, di mana kuota SMP dan SMA telah terpenuhi, sedangkan jenjang SD masih kekurangan peserta didik.

Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Ponorogo, Kademin, mengungkapkan rapat pleno penetapan calon peserta didik telah dilaksanakan pada akhir Juni 2026. Hasil pleno menetapkan bahwa kuota rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP dan SMA masing-masing telah terisi penuh sebanyak 30 siswa sesuai target yang ditetapkan.

Bahkan, berdasarkan hasil verifikasi dan seleksi, jumlah calon peserta didik yang memenuhi syarat melebihi kapasitas yang tersedia. Tercatat terdapat 21 calon siswa cadangan untuk jenjang SMP dan 28 calon siswa cadangan pada jenjang SMA.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas agar anak-anak yang belum tertampung tetap memperoleh akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun pondok pesantren,” ujar Kademin, Minggu (5/7/2026).

Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA, pemenuhan kuota peserta didik pada jenjang SD masih jauh dari target. Hingga rapat pleno dilaksanakan, jumlah peserta didik yang telah ditetapkan baru mencapai 16 anak atau sekitar 53 persen dari target sebanyak 30 siswa.

“Kalau untuk jenjang SD masih kurang, baru 16 anak,” kata Kademin.

Kondisi tersebut membuat proses penjaringan calon peserta didik jenjang SD masih terus dilakukan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kuota dapat terpenuhi sebelum pelaksanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan kegiatan open house yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026.

“Kami optimistis kuota SD bisa terpenuhi sebelum kegiatan open house dan masa pengenalan lingkungan sekolah pada 15 Juli nanti,” ujarnya.

Kademin menjelaskan, seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lolos seleksi nantinya akan mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Permanen Madiun sebagai lokasi pendidikan sementara. Sebelum memasuki lingkungan asrama, seluruh peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan mengikuti program pendidikan berasrama.

Ia juga menegaskan bahwa proses penerimaan peserta didik Program Sekolah Rakyat masih memungkinkan penambahan siswa meskipun tahun ajaran telah berjalan. Oleh karena itu, penjaringan peserta didik, khususnya pada jenjang SD, akan terus dilakukan.

“Kalaupun ada peserta didik baru di tengah semester tetap bisa kami masukkan, sehingga proses penjaringan terus kami lakukan,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.