Krisis Air Tiga Desa, Pemkab Mojokerto Siapkan Jaringan Permanen

oleh -26 Dilihat
oleh
Krisis Air Tiga Desa, Pemkab Mojokerto Siapkan Jaringan Permanen
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra.
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyiapkan solusi permanen untuk mengakhiri krisis air bersih yang telah berlangsung bertahun-tahun di tiga desa terdampak kekeringan. Selain mempercepat distribusi bantuan air bersih selama musim kemarau, pemerintah juga menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk membangun jaringan air minum yang ditargetkan rampung pada 2026.

Langkah tersebut menjadi upaya jangka panjang setelah persoalan kekeringan terus berulang setiap musim kemarau di Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, serta Desa Duyung, Kecamatan Trawas.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan kondisi kekeringan di tiga desa tersebut bukan persoalan baru, melainkan telah terjadi selama bertahun-tahun sehingga membutuhkan penyelesaian yang bersifat permanen, bukan sekadar penanganan darurat.

“Kekeringan yang terjadi di tiga desa di dua kecamatan sudah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu,” ujar Al Barra, Jumat (7/8/2026).

Sebagai langkah cepat, Pemkab Mojokerto telah mendistribusikan 300 tangki air bersih sejak 22 Juli 2026 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Bantuan tersebut terdiri atas 172 tangki untuk Desa Kunjorowesi, 43 tangki untuk Desa Manduro Manggung Gajah, dan 85 tangki untuk Desa Duyung.

Menurut Al Barra, distribusi air bersih merupakan bentuk respons darurat pemerintah agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sambil menunggu pembangunan infrastruktur air bersih.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan jaringan air minum bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur. Jaringan tersebut akan memanfaatkan sumber air di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, yang akan dialirkan menuju Desa Kunjorowesi di Kecamatan Ngoro dan diharapkan mampu melayani wilayah terdampak lainnya.

“Kita juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Insya Allah akan dibangunkan jaringan air minum di tiga desa tersebut. Harapannya bisa menyelesaikan permasalahan kekeringan yang terjadi di tiga desa tersebut,” katanya.

Ia berharap pembangunan jaringan air dapat diselesaikan pada tahun 2026 sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada distribusi air bersih setiap musim kemarau.

“Di tahun 2026 kita bekerja sama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan membangun jaringan air dari sumber air Duyung menuju Desa Kunjorowesi. Jika sudah selesai dikerjakan pada tahun 2026, maka masalah kekeringan di tiga desa selama ini bisa teratasi,” tegasnya.

Data pemerintah menunjukkan dampak kekeringan di Desa Duyung mencapai 714 kepala keluarga (KK), terdiri atas 375 KK di Dusun Duyung dan 339 KK di Dusun Bantal. Sementara itu, warga di Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah juga masih menerima pasokan air bersih secara berkala.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto memastikan distribusi air bersih berlangsung setiap hari mulai 22 Juli hingga 5 September 2026 guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama musim kemarau.

Langkah percepatan distribusi air bersih sekaligus pembangunan jaringan air minum menunjukkan fokus pemerintah daerah tidak hanya pada penanganan darurat, tetapi juga penyelesaian akar persoalan kekeringan yang selama ini menjadi tantangan tahunan bagi masyarakat di wilayah tersebut. Realisasi proyek jaringan air nantinya akan menjadi indikator penting efektivitas kolaborasi antara Pemkab Mojokerto dan Pemprov Jawa Timur dalam menghadirkan layanan air bersih yang berkelanjutan bagi warga terdampak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.