Krisis Air Bersih Meluas, Tiga Desa Mojokerto Terdampak

oleh -43 Dilihat
oleh
Krisis Air Bersih Meluas, Tiga Desa Mojokerto Terdampaak
Krisis Air Bersih Meluas, Tiga Desa Mojokerto Terdampaak
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Krisis air bersih di Kabupaten Mojokerto terus meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. Hingga awal Juli 2026, sedikitnya tiga desa di Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Trawas telah mengajukan permohonan bantuan pasokan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto akibat menurunnya ketersediaan sumber air.

Data BPBD Kabupaten Mojokerto menunjukkan desa yang terdampak meliputi Desa Kunjorowesi di Kecamatan Ngoro, Desa Duyung di Kecamatan Trawas, serta Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro. Desa terakhir menjadi wilayah terbaru yang melaporkan dampak kekeringan.

Di Desa Manduro Manggung Gajah, krisis air bersih terjadi di dua dusun, yakni Dusun Buluresik dan Dusun Gajah Mungkur. Kondisi tersebut menambah daftar wilayah yang membutuhkan intervensi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menyampaikan sebanyak 774 kepala keluarga terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih di tiga desa tersebut.

“Kini ada tiga desa yang terdampak. Di Desa Manduro Manggung Gajah, kekeringan melanda dua dusun, yakni Dusun Buluresik dan Dusun Gajah Mungkur. Sedikitnya 774 kepala keluarga terdampak,” kata Abdul Khakim, Sabtu (4/7/2026).

BPBD menduga menurunnya debit sumber air di kawasan kaki Gunung Penanggungan menjadi salah satu faktor yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah tersebut. Namun, penyebab tersebut masih didasarkan pada hasil pemantauan lapangan yang dilakukan BPBD.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Mojokerto telah menyiapkan distribusi bantuan air bersih kepada warga terdampak. Penyaluran akan dilaksanakan setelah terbit Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto sebagai dasar pelaksanaan status penanganan darurat.

Selain mengoptimalkan pasokan dari pemerintah kabupaten, BPBD juga akan mengajukan dukungan distribusi air bersih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat layanan di wilayah yang mengalami kekeringan.

“Kami juga akan mengajukan pengiriman bantuan air bersih ke Pemprov Jatim. Selain memenuhi kebutuhan warga di Desa Manduro Manggung Gajah, bantuan air bersih juga akan terus disalurkan ke Desa Kunjorowesi dan Desa Duyung yang lebih dahulu mengalami kekeringan,” ujar Abdul Khakim.

BPBD mengimbau pemerintah desa segera melaporkan apabila terdapat wilayah lain yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Pelaporan dini dinilai penting agar proses verifikasi dan distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat sesuai kebutuhan masyarakat.

Seiring musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Potensi bertambahnya desa terdampak tetap menjadi perhatian apabila curah hujan belum kembali meningkat, sehingga langkah antisipasi dan percepatan penyaluran bantuan air bersih diharapkan mampu meminimalkan dampak kekeringan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.