Krisis Air Bersih Melanda Sumenep : Dua Desa Kering Kritis, Warga Bergantung pada Pasokan Tangki

oleh -50 Dilihat
oleh
IMG-20260805-WA0049
IMG-20260805-WA0049
banner 468x60

 

SUMENEP, Garudasatunews.id — Memasuki puncak musim kemarau, tiga desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai terdampak kekeringan serius per Rabu (5/8/2026). Bahkan, dua di antaranya kini berstatus kering kritis akibat mengeringnya sumber air warga secara total.

 

​Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd. Kadir, mengonfirmasi bahwa dua desa yang mengalami kering kritis tersebut adalah Desa Prancak dan Desa Montorna di Kecamatan Pasongsongan. Sementara itu, Desa Kombang di Kecamatan Talango ditetapkan berstatus kering langka.

 

​”Untuk Desa Prancak dan Montorna, sumber airnya sudah habis total sehingga warga sepenuhnya bergantung pada pasokan bantuan. Sedangkan di Desa Kombang, debit airnya terus menipis,” terang Abd. Kadir saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

 

​Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Sumenep merespon cepat dengan mengalirkan bantuan air bersih secara berkala. Hingga saat ini, armada tangki air telah dikirimkan sebanyak 4 hingga 5 kali ke titik-titik terdampak kritis.

 

– ​Armada & Kapasitas : Menggunakan truk tangki berkapasitas 6.000 liter per pengiriman.

​Skema Distribusi:

– ​Penyaluran langsung ke jeriken yang dibawa warga.

– ​Pengisian ke sumur-sumur penampungan warga yang mendangkal/kering agar bisa dialirkan kembali.

 

​BPBD Sumenep memastikan pemantauan akan terus dilakukan mengingat potensi memperluasnya wilayah terdampak kemarau masih tinggi. Pihaknya mengimbau para perangkat desa untuk sigap melapor jika wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih agar penanganan darurat dapat segera dilakukan.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.