Kopi JOZ JIZ Diluncurkan, Blitar Bidik Hilirisasi Kopi Lokal

oleh -26 Dilihat
oleh
Kopi JOZ JIZ Diluncurkan, Blitar Bidik Hilirisasi Kopi Lokal
Wabup Blitar luncurkan Kopi JOZ JIZ.
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Kabupaten Blitar memperkuat upaya hilirisasi industri kopi lokal melalui peluncuran merek dagang Kopi JOZ JIZ. Brand yang digagas Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah tersebut diarahkan menjadi instrumen peningkatan nilai tambah kopi sekaligus membangun ekosistem usaha dari petani hingga konsumen.

Peluncuran Kopi JOZ JIZ berlangsung Minggu (9/8/2026). Inisiatif ini tidak hanya menyasar pemasaran produk kopi, tetapi juga membawa agenda pemberdayaan petani, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta generasi muda.

Komisaris Kopi JOZ JIZ, Beky Herdihansah, mengatakan kehadiran merek tersebut diharapkan dapat menjadikan kopi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Blitar.

“Kami ingin Kopi JOZ JIZ menjadi kebanggaan masyarakat Blitar. Tidak hanya menghadirkan kopi berkualitas, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi petani, membuka lapangan pekerjaan, mendukung UMKM, dan mendorong lahirnya wirausaha baru,” ujar Beky.

Beky menilai Kabupaten Blitar memiliki potensi kopi dengan karakter cita rasa khas dan kualitas yang mampu bersaing. Karena itu, pengembangan industri kopi dinilai membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, tokoh agama, komunitas kreatif, serta masyarakat.

Dukungan terhadap pengembangan industri kopi lokal juga disampaikan Bupati Blitar Rijanto yang hadir dalam peluncuran. Ia menilai Kopi JOZ JIZ memiliki konsep bisnis yang tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga membawa misi pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Blitar sangat mendukung tumbuhnya usaha kreatif berbasis potensi lokal. Kopi JOZ JIZ tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki semangat sosial yang kuat dalam memberdayakan masyarakat,” kata Rijanto.

Data yang disampaikan Rijanto menunjukkan potensi produksi kopi Blitar cukup besar. Pada 2025, luas panen kopi di lima kecamatan sentra, yakni Gandusari, Garum, Selopuro, Doko, dan Wlingi, mencapai 2.399 hektare. Total produksinya tercatat hingga 1.886 ton green bean atau biji kopi mentah.

Besarnya produksi tersebut sekaligus menunjukkan tantangan berikutnya, yakni bagaimana komoditas kopi tidak berhenti sebagai produk mentah. Penguatan pascapanen, pengolahan, branding, pemasaran modern, dan keterlibatan industri kreatif menjadi faktor penting agar nilai ekonomi kopi lebih banyak dinikmati pelaku usaha dan masyarakat di daerah.

“Potensi besar ini harus kita kembangkan melalui pengolahan pascapanen yang baik, branding yang kuat, pemasaran modern, serta kolaborasi industri kreatif,” ujar Rijanto.

Ia berharap Kopi JOZ JIZ dapat berkembang menjadi motor penggerak ekosistem kopi Kabupaten Blitar sekaligus memperkuat identitas kopi daerah agar semakin dikenal secara luas.

Peluncuran merek tersebut menjadi langkah awal untuk memperpendek dan memperkuat rantai nilai kopi Blitar, mulai dari petani, pengolahan, pemasaran hingga konsumen. Jika pengembangan berjalan konsisten, inisiatif ini berpotensi membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kopi lokal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.