Komisaris BIMA Sorot Kinerja dan Keandalan Operasional

oleh -34 Dilihat
oleh
Komisaris BIMA Sorot Kinerja dan Keandalan Operasional
PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA), anak perusahaan Subholding Pelindo Jasa Maritim, terus memacu standar operasional dan tata kelola perusahaan yang bersih. Hal ini ditegaskan melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT) yang dilakukan oleh jajaran Dewan Komisaris di wilayah Makassar selama tiga hari, 29-30 April 2026.
banner 468x60

MAKASSAR, Garudasatunews.id – Dewan Komisaris PT Berkah Industri Mesin Angkat melakukan pengawasan langsung terhadap operasional perusahaan di Makassar dalam rangka menguji konsistensi penerapan tata kelola dan standar kerja di lapangan. Kegiatan Management Walkthrough (MWT) selama 29–30 April 2026 ini tidak sekadar seremonial, melainkan bagian dari evaluasi mendalam terhadap kinerja anak usaha Subholding Pelindo Jasa Maritim tersebut.

Peninjauan difokuskan pada sejumlah titik strategis, yakni Makassar New Port 1 & 2, Makassar SPMT, serta Makassar SPSL (MTI). Lokasi-lokasi ini menjadi indikator utama dalam mengukur capaian Key Performance Indicators (KPI) serta kesesuaian implementasi Rencana Kerja Manajemen (RKM) 2026.

Dua Komisaris, Muhammad Ikhyar Harahap dan Kristadi Setiawan, turun langsung ke lapangan didampingi Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko, Gatot Imam Prasetyo. Mereka memeriksa kesiapan alat berat, sistem operasional, serta kompetensi sumber daya manusia yang menjadi tulang punggung layanan pelabuhan.

Hasil pantauan menunjukkan adanya langkah internal yang dinilai progresif, yakni pembentukan Planning & Control (P&C) Hub Maintenance di Makassar. Inisiatif ini dipandang mampu memperkuat integrasi pengelolaan pemeliharaan alat dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, di balik apresiasi tersebut, pengawasan juga mengungkap sejumlah catatan krusial.

Dewan Komisaris menyoroti tingkat ketersediaan alat (availability) dan keandalan operasional yang masih perlu ditingkatkan. Evaluasi ini menjadi sinyal bahwa masih terdapat potensi celah dalam menjaga kesinambungan layanan, terutama di tengah tuntutan operasional pelabuhan yang semakin kompleks.

Aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) turut menjadi perhatian utama. Komisaris menegaskan bahwa standar keselamatan kerja tidak boleh dikompromikan, mengingat aktivitas pelabuhan memiliki risiko tinggi yang berdampak langsung pada pekerja maupun kelancaran logistik nasional.

Melalui pendekatan Total Engineering Services, PT Berkah Industri Mesin Angkat menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan nilai aset milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) secara menyeluruh, mencakup sektor mekanikal, elektrikal, hingga sipil. Namun, efektivitas implementasi komitmen tersebut kini berada di bawah sorotan langsung Dewan Komisaris sebagai bagian dari fungsi kontrol dan akuntabilitas perusahaan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.