Kokain 22 Kg dari Laut Sumenep Dimusnahkan

oleh -71 Dilihat
oleh
Kokain 22 Kg dari Laut Sumenep Dimusnahkan
Kokain waktu diuji laboratorium sebelum dimusnahkan
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Polda Jawa Timur memusnahkan 22,22 kilogram kokain tak bertuan yang ditemukan di perairan Sumenep, Senin (4/5/2026), dalam langkah tegas menutup celah peredaran narkotika jaringan internasional yang diduga masuk melalui jalur laut.

Pemusnahan barang bukti dipimpin langsung Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto di Mapolda Jatim. Kokain tersebut sebelumnya memiliki berat kotor 27,803 kilogram, namun setelah proses pembersihan dari pasir laut dan kemasan pelindung, tersisa lebih dari 22 kilogram kokain murni siap edar.

Kapolda menegaskan, pemusnahan segera dilakukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan mengingat nilai ekonomi kokain yang sangat tinggi di pasar gelap. Pengamanan dilakukan berlapis sejak proses penemuan hingga pemusnahan guna menutup kemungkinan kebocoran barang bukti.

Dalam pemaparan kinerja, Polda Jatim mengungkap sepanjang 2026 telah menangani 2.231 kasus narkotika dengan 2.851 tersangka. Selain kokain, aparat juga menyita 72,77 kilogram sabu, 37,9 kilogram ganja beserta 53 tanaman, 2.737 butir ekstasi, tembakau sintetis, serta ratusan ribu butir obat keras.

Data kepolisian menunjukkan Surabaya menjadi zona hitam dengan kontribusi 25,09 persen dari total kasus, disusul Malang dan Sidoarjo sebagai wilayah rawan tinggi. Namun, temuan kokain di Sumenep justru membuka fakta baru: wilayah pesisir yang selama ini dikategorikan zona rendah ternyata dimanfaatkan sebagai jalur transit narkotika internasional.

Hasil analisis bersama Mabes Polri mengindikasikan kokain tersebut berasal dari Amerika Selatan, khususnya Kolombia. Temuan ini memperkuat dugaan keterlibatan sindikat lintas negara yang memanfaatkan panjangnya garis pantai Jawa Timur sebagai pintu masuk ilegal.

Kapolda menilai, lemahnya pengawasan di wilayah perairan berpotensi dimanfaatkan jaringan global. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif, terutama di daerah pesisir yang selama ini dianggap aman.

Penyelidikan lanjutan masih berlangsung untuk mengungkap jaringan distribusi dan pihak-pihak yang terlibat. Kepolisian juga mendorong sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan TNI guna mempersempit ruang gerak pelaku.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol M. Kurniawan menyatakan, pihaknya akan mendalami kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan jaringan internasional. Ia menegaskan komitmen penegakan hukum tanpa kompromi terhadap seluruh bentuk peredaran narkotika di wilayah Jawa Timur.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.