Kiai Asep Dorong Regenerasi Pengurus PBNU

oleh -51 Dilihat
oleh
Kiai Asep Dorong Regenerasi Pengurus PBNU
Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim (Kiai Asep)
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan pandangannya terkait arah kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Ia menilai kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021–2026 masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (23/6/2026), Kiai Asep berharap lima jabatan inti dalam struktur PBNU saat ini tidak kembali mencalonkan diri pada Muktamar mendatang. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan diperlukan sebagai bagian dari upaya pembaruan organisasi dan peningkatan efektivitas pelaksanaan program keumatan.

“Kepengurusan NU saat ini masih banyak yang perlu diperbaiki. Kami harap lima pengurus inti NU, mulai Ketum, Sekjen, Bendahara, Rais Aam dan Katib Aam saat ini tidak perlu mencalonkan kembali,” ujarnya.

Kiai Asep menegaskan bahwa NU membutuhkan figur-figur baru yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai dasar organisasi atau khittah NU. Menurutnya, kepemimpinan mendatang diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam menjaga dan mengembangkan paham Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus berkontribusi terhadap terwujudnya kehidupan berbangsa yang adil dan sejahtera.

Ia juga menekankan pentingnya proses Muktamar yang berlangsung secara demokratis, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai prinsip organisasi. Menurutnya, forum tertinggi NU tersebut harus menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat arah perjuangan organisasi ke depan.

“NU perlu on the track. Kepengurusan saat ini masih banyak yang perlu diperbaiki. Semoga tidak ada kezaliman di Muktamar, dan lahir pengurus yang mengerti bahwa NU dilahirkan untuk mendominankan paham ahlussunnah wal jamaah,” tegasnya.

Di tengah munculnya berbagai spekulasi mengenai kandidat pimpinan NU periode mendatang, Kiai Asep turut menanggapi masuknya namanya dalam bursa calon Rais Aam PBNU. Ia secara terbuka menyatakan tidak memiliki ambisi untuk menduduki jabatan tersebut dan menilai posisi Rais Aam merupakan amanah besar yang harus dipikul dengan penuh tanggung jawab.
“Saya nggak ada ambisi, itu tanggung jawab berat. Jangan pilih saya,” katanya.

Alih-alih berbicara mengenai peluang pencalonan, Kiai Asep justru menyampaikan kesiapan Pondok Pesantren Amanatul Ummah untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar NU Agustus 2026. Ia mengaku siap menyediakan fasilitas dan menanggung kebutuhan operasional pelaksanaan kegiatan tersebut tanpa mengajukan proposal pendanaan.

Pernyataan tersebut menambah dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU yang diperkirakan akan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi untuk periode mendatang. Sejumlah pihak menilai proses regenerasi, transparansi, serta penguatan khittah organisasi akan menjadi isu strategis yang mengemuka dalam forum tersebut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.