Khofifah Tinjau Pembangunan SRT Sampang, Sekolah Terluas di Indonesia Berkonsep Pesantren

oleh -28 Dilihat
oleh
banner 468x60

SAMPANG, Garudasatunews.id — Sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Jalan Batokarang, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada Selasa (21/7/2026).

Khofifah menyampaikan optimisme tinggi terhadap fasilitas yang ditawarkan. Menurutnya, SRT Sampang bukan sekadar institusi pendidikan biasa, melainkan pusat pendidikan inklusif yang dirancang khusus untuk mengangkat derajat siswa dari keluarga prasejahtera (kategori Desil 1 dan 2).
“SRT merupakan upaya nyata penyiapan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ini menjadi solusi ampuh dan efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang berkualitas dan sepenuhnya gratis,” tegas Khofifah di sela-sela peninjauannya.

Fasilitas Megah Berstandar Modern :
Berdiri megah di atas lahan seluas 8,4 hektare dengan total kawasan pendidikan mencapai 12 hektare, SRT Sampang dinobatkan sebagai kawasan SRT terluas di Indonesia. Fasilitas pendidikan yang disuguhkan terbilang komprehensif, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Peserta didik nantinya akan dimanjakan dengan berbagai sarana penunjang modern, mulai dari asrama siswa, ruang kelas digital, laboratorium terpadu, gedung serbaguna, hingga masjid. Untuk menunjang kebugaran fisik, infrastruktur olahraga juga disiapkan dengan standar tinggi, meliputi lapangan sepak bola, bola basket, bola voli, hingga jogging track berbahan karet (rubber).
“Saya tadi sempat mencoba rubber untuk jogging track-nya, fasilitasnya sungguh luar biasa. Kabupaten Sampang patut berbangga mampu menyiapkan area terluas se-Indonesia untuk sekolah rakyat terpadu ini,” imbuhnya.

Perpaduan Akademik dan Karakter Ala Pesantren :
Lebih dari sekadar mengejar keunggulan akademik, Khofifah menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kecerdasan spiritual. Oleh karena itu, SRT ini mengadopsi konsep pendidikan ala pesantren. Bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Jatim, sekolah ini telah menyiapkan tenaga pendidik khusus untuk guru mengaji.
“Selain belajar dan berolahraga, anak-anak mutlak membutuhkan penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan. Saya berharap ada sinergi yang baik agar mereka juga memiliki kesempatan untuk menghafal Al-Qur’an,” jelas Khofifah.

Kehadiran SRT ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045. Khofifah mengungkapkan, Pemprov Jatim berencana membangun SRT serupa di 18 lokasi berbeda. Untuk SRT Sampang sendiri, pembangunannya kini telah memasuki tahap finalisasi.
“Semua progres sangat terukur dan dikerjakan secara maraton dalam tiga shift. Insyaallah, empat hari ke depan pembangunan sudah mencapai 100 persen,” tandasnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT Sampang siap menampung 224 peserta didik. Proses rekrutmen dilakukan secara ketat dan tepat sasaran dengan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Menariknya, sekolah ini tidak hanya menerima siswa asal Sampang, tetapi juga mengakomodasi siswa dari wilayah Madura Raya lainnya, seperti Pamekasan, Bangkalan, dan Sumenep melalui skema titipan.

Menjelang operasional sekolah, kebutuhan posisi kepala sekolah dipastikan telah terpenuhi. Sementara itu, pemenuhan tenaga pengajar tengah diselesaikan melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jatim untuk jenjang SMA, dan pemerintah kabupaten setempat untuk jenjang SD dan SMP. Rencananya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan digelar serentak pada 31 Juli 2026 mendatang. (Adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.